Kabarjambi.net – PETI atau tambang emas illegal sangat dikeluhkan masayarakat Luhak 16. Bahkan masyarakat Merangin umumnya juga mengeluhkan hal sama. Namun tak ada tanggapan serius dari pemerintah Provinsi Jambi.

Sabtu (15/4) Gubernur Jambi Zumi Zola menghadiri acara rakor pemerintahan bawahan Kabupaten Merangin. Dalam acara ini Zola ditanyai mengenai penanganan PETI di Kecamatan Jangkat Timur.

Namun tak didapat jawaban kongkrit dari Zola. Ia hanya meminta masyarakat agar tidak terlibat PETI.

“Kami dari Pemerintahan Provinsi berharap masyarakat yang terkena dampak PETI agar tidak terlibat. Kami mengajak untuk bekerja sama menghentikannya,” ujarnya.

Ketua GP Ansor Merangin, Muhlisin, mengatakan kecewa dengan jawaban Zola. Yang dibutuhkan saat ini adalah penindakan terhadap pelaku. Tindakan kongkrit menghentikan PETI di hulu Sungai Batang Tembesi.

“Kalau cuma himbauan sama saja bukan jawaban bagi kami masyarakat Merangin. Kalau menghentikan PETI bisa pakai himbauan saja, sudah sejak lama PETI ini selesai,” ujar Muhlisin.

Ia mengatakan masyarakat berharap banyak kepada Pemprov Jambi. Karena untuk skala lokal kabupaten, segala upaya sudah diupayakan maksimal.

“Tanda tangan pernyataan perang terhadap PETI sudah. TNI dan Polri serta Pemkab Merangin tanda tangan. Tapi hasilnya seperti ini. Ngadu ke DPRD juga omong kosong,” tambahnya lagi.

Ia katakan, berharap komitmen tegas dari gubernur untuk menindak. “Lalu kalau gubernur juga cuma bisa menghimbau, ya mending buat saja pernyataan bersama. Legalkan tambang emas. Kalau tindak penghancuran alam ini dibiarkan terus, untuk apa gunanya ada pemerintah. Bagi kami ini sangat aneh,” tutupnya.(Marsis Imron)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY