Kesuksesan besar tidak akan digapai dengan usaha biasa-biasa saja, tentunya perlu kesungguhan yang luar biasa dan motivasi tinggi untuk bisa mencapainya, seperti kata pepatah “No pain no gain” atau mungkin “Wa Ma lLdzzatu Illa Ba’da Ta’abi”

Assalamualaikum
Perkenalkan nama saya Frisca Intan Luzia, saya lulusan Man Insan Cendekia Jambi 2015. Saya ingin menceritakan pengalaman saya memperoleh 9 beasiswa di luar dan di dalam negeri, diterima sekolah tinggi kedinasan dan lulus SBMPT. Hal paling krusial yang dialami anak kelas 12 SMA adalah memikirkan melanjutkan kuliah, Jurusan apa , dimana, bagaimana jika bertentangan dengan yang orang tua harapkan, masalah biaya dan lain sebagainya. Apalagi bagi anak yang biasa saja seperti saya,  dikelas 11 saya pernah sakit hingga menyebabkan saya tidak bisa masuk sekolah selama beberapa bulan, ketika naik ke kelas 12 saya benar-benar menyadari bahwa saya telah jauh tertinggal dari teman-teman saya, atmosfer belajar yang sangat kental disekolah untuk menyiapkan Ujian Nasional dan SBMPTN, saya merasa sempat merasa minder dan terpukul, namun saya sangat ingin melanjutkan kuliah dan memahami kondisi keuangan keluarga saya, artinya saya harus berkuliah namun beasiswa.  Saya segera menyusun langkah strategis, saya yakin Allah swt selalu bersama orang yang bersungguh-sungguh, saya mulai rajin browsing dan mencari banyak informasi tentang jurusan, kuliah, dan beasiswa.

Zia1Apa saja yang harus saya persiapkan dan memastikan deadline segalanya.  Saya mulai menghitung hari secara realistis mendekati ujian nasional dan menghitung berapa banyak materi yang belum saya kuasai, hingga saya dihadapkan oleh dua pilihan, fokus Ujian Nasional atau mempersiapkan kuliah. Karena pendaftaran diluar negeri sudah dimulai sejak bulan september atau semester 1 dikelas 12, berdasarkan data statistik siswa SMA yang lulus UN rata-rata mencapai 95 % , siswa SMK 97% sedangkan yang lulus SBMPTN hanya 15%.  Disaat teman-teman saya serius dan benar-benar mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Nasional , bimbingan belajar ditempat terbaik hingga ke luar pulau. Saya memilih ikut bimbingan belajar gratis yang disediakan sekolah, dan fokus mempersiapkan essai, toefl,dan research proposal saya. Walaupun ingin juga seperti mereka namun saya harus berbesar hati, selain karena memikirkan biaya  juga karena target saya adalah diterima berkuliah dengan beasiswa. Bukan lulus Ujian Nasional dengan nilai yang super. Saya tidak menyepelekan, saya juga belajar untuk UN namun target saya hanya hingga nilai saya cukup untuk lulus, jika lebih  alhamdulillah. Ironi ya

Saya bersama teman-teman yang juga ingin mendaftar beasiswa menyampaikan hal ini pada pihak sekolah, dan diluar dugaan ternyata sekolah dan pembina asrama kami saat itu sangat mendukung  benar-benar supporting and helpful  inilah yang membuat kami makin semangat. Dan Allah mulai membuka jalan, kami diizinkan untuk mengikuti bimbingan TOEFL disekolah, kak Amika namanya, beliau sering memberi bimbingan bagi anak-anak yang ingin kuliah keluar negeri, banyak sekali ilmu yang kami dapat. Masalahnya belum selesai  sekolah kami belum pernah ada yang lulus diluar negeri artinya semua dokumen dan berkas-berkas administrasi harus dibuat sendiri. Sebagai anak asrama dengan keterbatasan akses keluar, internet, komunikasi dan lain sebainya banyak hal-hal yang rasanya sulit saya selesaikan, namun selalu ada jalan. Saya ingat disaat teman-teman belajar untuk try out unversitas saya mengkhatamkan buku toefl Samuel Gandhi, disaat teman-teman larut tertidur saya hanya bisa berdoa pada Allah dan menggarap tulisan-tulisan saya untuk persyaratan  universitas sepanjang malam beberapa bulan dengan kesungguhan, disaat teman-teman saya bisa khusyuk mengerjakan soal latihan UN saya harus bolak-balik kantor mengurus legalisir transkrip nilai dan segala macam yang dirubah ke bahasa inggris.  Dan disaat teman-teman saya pergi ke luar pulau untuk bimbel, saya menetap di asrama bersama 4 teman lainnya, mempersiapkan diri untuk tes toefl. Tidak terbayangkan dalam benak saya apa yang harus saya lakukan jika tidak lulus beasiswa dan harus mengikuti SBMPTN yang katanya soalnya sangat rumit hingga menggugurkan lebih dari 80% peserta tes.

Saya bukan anak yang super cerdas  seperti teman-teman, tidak juga siswa dengan prestasi segudang, namun saya aktif di berbagai kegiatan dan memiliki beberapa visi dan rancangan tentang beberapa hal, saya menjadikan itu sebagai nilai jual saya dalam mendaftar.Saya aktif mencari informasi dari kakak – kakak Indonesia yang sedang berkuliah di kampus itu, dari kedutaan besar di Indonesia, juga dari representatif kampus.

Tidak sedikit teman saya yang mulanya sangat antusias mengurus beasiswa keluar negeri namun berhenti ditengah jalan, karena segudang hal yang sulit dilakukan, universitas luar sangat selektif dan beasiswa untuk lulusan SMA masih sangat minim, awalnya saya  mencoba menghitung berapa banyak universitas yang saya daftar, namun saya menyerah karena ternyata saya terus mendaftar pada setiap peluang yang ada, puluhan kali saya ditolak, ratusan kali saya mendaftar lagi,hehe saya yakin tidak kurang dari 30 universitas pernah saya coba.

Universitas RussiaHingga suatu hari ada kesempatan yang diberikan oleh sekolah untuk saya mendaftar ke Universitas Indonesia melalui jalur undangan, betapa bahagianya saya. Tetapi saya tidak mengantogi restu ibu saya, ibu saya menginginkan saya kuliah di daerah saya saja, perasaan sedih dan sangat terpuruk sempat saya rasakan. Tapi Allah berkata lain keesokan harinya saya mendapat surat dari Rusia, yang menyatakan saya diterima di Irkutsk University dan mereka bersedia mengurus semua berkas-berkas saya secara gratis di Rusia. Disusul Radboud University, Belanda, Saya juga diterima beasiswa full ASEAN SCHOLARSHIP 2015 di Bangkok University International College, Istanbul Aydin University, Turki,   Northern Arctic Federal University, Rusia, Republic Macedonia full scholarship 2015, Eastern Mediteranean University full scholarship, Cyprus 2015, Full sail university, Florida, Link University, Italia, selected student Fellowship Paramadina University, Sekolah tinggi ilmu statistik,  dan saya lulus tes tulis SBMPTN pilihan pertama di Universitas Brawijaya. Alhamdulillah ya Allah.

Universitas Russia2Ada beberapa hal unik yang saya alami, ketika saya dinyatakan diterima  beasiswa ASEAN 2015 yang kuotanya hanya 4 orang se- ASEAN dan dari Indonesia ada 2 orang, di BUIC yang kampusnya super artistik dan keren dengan teman-teman lebih dari 55 negara dan  bidang ilmu yang sangat cocok untuk saya, namun saat itu saya menolak dengan alasan mereka hanya memberikan beasiswa full untuk biaya kuliah saja, dan saya tidak yakin bisa memenuhi kebutuhan hidup saya selama disana. Saya sampaikan ini kepada pihak pemberi beasiswa , diluar dugaan mereka usahakan dan menawarkan tambahan biaya hidup sebesar $200-400 dan terus mengupayakan agar saya bersedia memilih berkuliah disana dan menjadi Asean student Ambassador, berkas-berkas yang saya perlukan sudah selesai mereka urus dan sudah dikirim ke Indonesia, Visa gratis dan mereka juga menyiapkan penjemputan dan senior Indonesia yang akan membantu saya.

Juga di Rusia, hal menakjubkan lainnya adalah ketika ada kakak senior yang sedang berkuliah di Irkutsk University yang banyak membantu dan membimbng saya selama mendaftar akhirnya saya mintai tolong lagi untuk menanyakan status berkas pendaftaran saya karena belum di konfirmasi, di luar dugaan. Ternyata beliau langsung bertemu dekan fakultas teknik dan setelah memeriksa dokumen saya, beliau mengkonfirmasi dan ACC berkas saya dengan tambahan, beliau menunggu saya di sebtember depan. Normalnya, peserta beasiswa atau tidak harus membayar sekitar 350-500 USD untuk mengurus legalisir dokumen ke bahasa Rusia dan harus diurus di negara masing-masing dan dikirimkan ke Rusia setelah jadi, namun lagi-lagi saya mendapat tawaran bahwa pihak sana bersedia mengurus semuanya, saya hanya tinggal mengirim dokumen dalam bahasa Inggris yang saya punya tanpa membayar. Allah.

Universitas BrawijayaDengan streotip bahwa saya anak bodoh, hehe. Karena nilai UN saya cukup menyedihkan saya agak gila mencoba tes tulis sekolah ikatan dinas yaitu Sekolah tinggi ilmu statistik yang kata orang sulit sekali, matematika tingkat dewa dengan pendaftar lebih dari 32.000 siswa dan akan lulus hanya 400 siswa, artinya saya berpeluang 0,0125 % untuk lulus. Setelah mengikuti 3 tahap dengan sistem gugur saya juga tidak menyangka ternyata Allah mengizinkan saya jadi satu diantara 400 itu.

Zia2Karena saran ibu saya, saya juga mengikuti tes SBMPTN. Ini juga saat-saat terberat yang saya alami, saya tidak pernah dibekali bimbel apapun , bahkan saya tidak punya mental untuk tes memilih universitas Jambi di daerah saya, bayangkan persaingan lulusnya hanya 4-9% untuk tiap jurusan, dan saya pun mengambil IPC yaitu campuran IPA-IPS saya khawatir saya tidak sanggup di IPA,miris ya. Diluar dugaan juga, Alhamdulillah saya diterima di salah satu kampus terbaik, pilihan pertama dan bidang IPA.

So, teman-teman jangan minder jika nilai UN kalian rendah, semua orang berkesempatan jadi lebih baik, perhatikan hal-hal kecil. Orang cerdas bisa kalah dengan orang yang penuh persiapan. Semangat !

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here