Korban Firdaus

Kabarjambi.net- Pihak keluarga almarhum Firdaus, pasien rumah sakit Raden Mattaher yang meninggal akibat dugaan malpraktek akhirnya melaporkan kasusnya ke pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi

YLKI pun mendesak pihak RSUD Raden Mattaher Jambi untuk bertanggungjawab.

Ketua YLKI Ibnu Kholdun mengatakan, bahwa keluarga korban telah melaporkan kasus ini pada hari Sabtu (24/9/16). Mereka menduga ada unsur kelalaian pihak RSUD Jambi dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) kepada pasiennya.

” Keluarga korban itu melaporkan permasalahan itu ke kita untuk meminta bantuan agar pihak rumah sakit mau bertanggung jawab,” ungkap Ibnu, Minggu (25/9/16)

Lanjutnya, laporan awal bahwa almarhum Firdaus meninggal karena indikasi kebocoran paru-paru dan pihak perawat melakukan pemasangan selang pernapasan yang tidak sesuai aturan.

Ibnu mengungkapkan bahwa atas kejadian ini, sudah sewajibnya pihak rumah sakit berplat merah milik pemerintah provinsi Jambi tersebut memberikan kompensasi dan permintaan maaf melalui Direktur Utamanya.

Ditambahkannya, atas unsur kesengajaan tersebut, pihak rumah sakit telah melanggar KUHP pasal 338 tentang menghilangkan nyawa seseorang dan dapat dipidana dengan ancaman hukuman 5 tahun.

“Jika terbukti malpraktek dengan unsur kelalaian dari SOP dan menyebabkan matinya seseorang, itu dapat dipidanan karena telah melanggar KUHP pasal 338. Dan rumah sakit harus mempertanggungjawabkannya,” tegasnya.

Dirinya juga meminta Gubernur Jambi, Zumi Zola, untuk segera memanggil pihak rumah sakit , guna meminta klarifikasi. “Jika nanti terdapat unsur kesengajaan maka Dirut Raden Mataher harus dipecat karena kurangnya pengawasan, dan kita berharap pihak kepolisian juga dapat membantu mengusut tuntas kasus ini,” pungkasnya. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY