KabarJambi.net – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta warga yang memiliki atau terlanjur membeli buku Jokowi Undercover untuk mengembalikannya melalui Polsek terdekat.

Tito menegaskan, warga pemilik buku karya Bambang Tri tersebut jika enggan mengembalikannya melalui kantor polisi bisa dipidana.

“Saya imbau yang memiliki buku untuk kembalikan ke polisi. Jangan perbanyak, kalau lakukan ini kena hukum juga, karena ikut sebarkan berita bohong,” kata Tito di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/1/2017).

Tito menyebutkan buku tersebut tidak berdasar data yang kuat dan jelas. “Antara judul dengan isi tidak menggambarkan judulnya. Isinya kompilasi tulisan pendek dua, tiga, dan empat halaman yang topiknya macam-macam. Topiknya ada belasan masalah nasional yang menarik, topik masalah Jokowi sendiri tak tampak,” papar Tito.

Jenderal polisi asal Sumatera Selatan ini menyatakan buku Jokowi Undercover tidak mencerminkan sistematika penerbitan. “Kita tak temukan penerbit, editor, foto penulis,” imbuhnya.

Selain itu, buku ini ditulis tanpa bukti pendukung primer, sekunder, dan analisis. “Ada 20 lebih referensi dalam buku itu, tapi tidak sesuai norma yang ada, siapa penerbitnya, kota penerbitan, padahal itu paling standar dan menulis buku,” jelasnya. (mg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here