Kabarjambi.net – Kota Jambi saat ini mulai dilirik oleh kota-kota di seluruh dunia terkait kerjasama penerapan Smart City (Kota Pintar). Hal tersebut terbukti dengan diundangnya Walikota Jambi  Syarif Fasha menjadi pembicara dan narasumber pada Workshop on Smart City Development Cooperation Between Indonesia and India yang berlangsung di Gedung Nusantara Kementerian Luar Negeri Jakarta.

Walikota Jambi berbicara di hadapan diplomat, perwakilan kota dan perusahaan di India, serta perwakilan beberapa kota di Indonesia mengenai penerapan Smart City di Kota Jambi. Ia disandingkan dengan beberapa kota yang juga telah menerapkan Smart City, seperti Kota Bogor, Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta, Walikota Jambi memaparkan best practice (pengalaman) dan pengaplikasian konsep Smart City di Kota Jambi. Bersama Walikota Jambi juga turut menjadi pembicara adalah Walikota Bogor Bima Arya.

Dalam paparannya, Walikota Fasha dalam mengembangkan kota pintar, secara intens mengimplementasikan pendekatan entrepreneursip yang dibawanya dalam membangun birokrasi pemerintahan, yaitu prinsip anggaran yang berbasis efisiensi untuk menciptakan pelayanan publik yang efektif. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya korupsi dalam sistem pemerintahan dan untuk memastikan berkurangnya pengeluaran (belanja) daerah yang tidak relefan/efektif.

Smart City (kota pintar) pada dasarnya berkaitan langsung dengan pelayanan dasar yang secara luas dinikmati dan diakses oleh masyarakat secara langsung, katanya. Pada tahun 2015, Kota Jambi telah mengaplikasikan Smart Street Lighting dan Smart Reporting via Aplikasi Whatsapp. Pembayaran dan informasi pajakpun telah dilaksanakan secara online, dimana akan mengurangi potensi antrian yang panjang pada saat pembayaran. Sementara untuk penerimaan siswa sekolah juga telah dilaksanakan secara online.

Aplikasi pengaduan masyarakat secara online juga diluncurkan untuk menampung aduan masyarakat. Informasi pencari kerja secara online, dan aplikasi perizinan secara online juga telah diterapkan. Di beberapa taman dan pedestrian juga telah dipasang kamera pemantau (CCTV) dan akses internet secara gratis.

Pada aspek kesehatan, telah diaplikasikan sistem 24 jam pengaduan yang telah terintegrasi pada hampir 20 fasilitas kesehatan masyarakat. Sistem jemput pasienpun telah dilaksanakan secara tepat waktu. Juga untuk pelayanan perawatan telemedicine oleh petugas kesehatan khusus untuk lansia.

Dalam ruang lingkup Pemerintahan Kota Jambi, akan diaplikasikan pula beberapa aplikasi yang berkaitan dengan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan, seperti pemanfaatan email untuk lalu lintas informasi antar SKPD, aplikasi pembayaran gaji, aplikasi e-agenda, dan database kepegawaian.

Berkaitan dengan SDM, Pemerintah Kota Jambi telah mengirimkan ASN untuk mendapatkan pelatihan baik di dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan kompetensi ASN. Terakhir Kota Jambi telah bekerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan berkaitan dengan peningkatan kompetensi ASN.

Perencanaan pembangunan daerah Kota Jambi telah menerapkan e-planning yang dinamai dengan Simreda untuk mengakomodir usulan masyarakat dari level paling bawah (kelurahan). Proses pengadaan pun telah dilaksanakan secara online (e-procurement), serta sistem pelaporan dan pencatatan keuangan juga telah terintegrasi secara online. Terhadap inovasi dan kreatifitasnya, Kota Jambi telah menerima beberapa penghargaan sebagai pengakuan atas komitmen terhadap peningkatan pelayanan masyarakat. Penerapan kota cerdas sangat tergantung pada komitmen kepala daerah. “Kami percaya bahwa inovasi itu berjalan dalam dua arah, yaitu dari masyarakat dan ditujukan untuk masyarakat, serta dilaksanakan secara berkesinambungan” ujar Fasha dalam paparannya dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Dalam kesempatan itu, Walikota Fasha juga juga mengundang seluruh peserta untuk datang ke Kota Jambi dan khususnya kepada para pengusaha dari India guna menjajaki investasi kerjasama dibidang perdagangan, dan jasa serta smart city. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY