KABARJAMBI.NET, Bangko – Dugaan praktek Pungutan Liar (pungli) mencuat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bangko, Kabupaten Merangin. Ini terbongkar setelah adanya pengkuan dari salah satu mantan warga binaan Lapas Bangko.

Mantan napi yang meminta identitasnya dirahasiakan ini menuturkan, bahwa beberapa modus pungutan dilancarkan oleh oknum petugas Lapas, kepada para warga binaan.

Salah satu modus pungli yang kerap terjadi ungkapnya, yaitu bagi warga binaan yang tinggal di blok, dan ingin pindah ke ruang bebas, maka satu warga binaan dimintai biaya yang bervariasi, biasanya antara Satu Juta hingga tiga juta rupiah.

“Kamar yang sering menjadi ladang pungli oknum disana yaitu kamar bebas, antara lain kamar 1C, kamar 3B, 6A dan 2A. Bagi warga binaan yang ingin masuk ke kamar bebas diminta uang oleh oknum petugas, dari satu juta hingga tiga juta rupiah,” ungkap Napi yang baru saja bebas beberapa waktu lalu ini.

Tidak hanya itu ungkapnya lagi, selain ‘biaya’ pindah kamar, dikatakan sumber bahwa warga binaan di blok lapas tersebut juga sering dimintai sejumlah uang, dengan alasan membeli mesin air dan sebagainya.

“Untuk warga di blok juga dibebani biaya lampu sebesar Rp 100 perbulan untuk satu orang, padahal setahu kami itu kan ada anggarannya,” ungkap sumber lagi.

Anehnya menurut sumber, aksi tersebut seolah sengaja dibiarkan, sebab menurutnya aksi ini sudah cukup lama dilancarkan, namun hingga sejauh ini pihak pimpinan di Lapas tersebut terkesan acuh.

“Aksi ini sepertinya sengaja dibiarkan, sebab sudah cukup lama berlangsung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) kelas II B Bangko, Kodir yang dikonfirmasi terkait informasi tersebut, menegaskan jika sejauh ini ia belum mendengar adanya informasi maupun laporan terkait dugaan pungli tersebut.

“Sejauh ini yang saya lihat kinerja jajaran petugas, baik KPLP maupun yang lainnya baik-baik saja, saya belum mendapat informasi adanya hal seperti itu,” tanggap Kodir.

“Kita juga disini tidak ada kamar khusus, semuanya sama saja,” tambahnya.

Namun demikian, Kodir menegaskan bahwa pihaknya akan menelusuri kebenaran informasi tersebut. Dan ia juga memastikan, jika benar adanya oknum yang kedapatan melakukan aksi dugaan pungli tersebut, maka akan ditindak tegas.

“Mungkin itu informasi lama, kalau dulu memang ada kejadian seperti itu. Namun belakangan ini sudah cukup baik, akan tetapi kita tetap akan coba menelusuri informasi ini,” ujar Kodir lagi.

“Saya juga berterima kasih atas adanya informasi ini, semoga ini bisa menjadi bahan koreksi kami untuk terus berbenah kedepannya,” imbuhnya.(may)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here