KabarJambi.net – Warga Sungai Beras, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi yang tergabung dalam kelompok tani memanfaatkan lahan gambut untuk budidaya lebah madu sebagai upaya meningkat perekonomian mereka.

Ketua Kelompok Tani Senang Jaya Desa Sungai Beras Adbul Hamid, mengatakan budidaya lebah madu sudah dilakukan sejak enam bulan lalu, namun hasil produksinya baru merambah wilayah desa setempat saja.

Hamid menjelaskan, budidaya lebah yang mereka kelola yakni dengan meletakan kotak dengan ketinggian satu meter di lahan gambut yang berisi tanaman pinang dan kelapa. Kotak berukuran sekitar 30×30 cm itu ditopang dengan satu tiang.

“Pertama kita masukan dulu ratu lebahnya (induk), dengan sendirinya lebah lain akan datang dan kemudian membuat sarang di dalam kotak. Kita rutin cek kotak jika sudah berisi madu, kemudian dipanen,” kata Hamid, Senin (26/9/2016).

Saat ini kelompok tani Senang Jaya hanya menyiapkan 20 kotak sarang lebah. Semula kotak mencapai 40 buah namun tidak menghasilkan karena lebah yang datang hanya sedikit.

“Kalau terlalu banyak lebahnya sedikit yang berkumpul. Makanya kita kurangi kotaknya agar madu yang dihasilkan lebih banyak. Satu kotak sarang lebah madu itu bisa menghasilkan 1-2 kilogram madu. Harganya Rp60.000 per 600 mililiter,” katanya.

Hamid mengatakan kelompoknya akan terus mengembangkan budidaya lebah madu yang difasilitasi KKI Warsi itu sebagai upaya menambah pendapatan kelompok tani setempat.

Tokoh masyarakat setempat, Suyono mengatakan, budidaya lebah madu itu akan dikembangkan lagi hingga bisa menjual hasil produksi ke luar desa. Sebab nilai ekonomi dari budidaya ini cukup menjanjikan.

“Kita punya hutan gambut yang berstatus hutan desa, rencananya selain di lahan warga, budidaya lebah madu juga akan kita kembangkan di kawasan hutan,” kata Suyono.

Sementara itu, Fasilitator Desa KKI Warsi Bimo Premono, mengatakan model budidaya lebah madu kelompok tani Sungai Beras dengan skema Climate Smart Agrculture (CSA) atau model pertanian yang mampu mengurangi dan mempengaruhi dampak perubahan iklim.

“Selain tetap menjaga kawasan gambut, pembuahan tanaman pinang dan kelapa diarea budidaya lebah akan semakin baik. Dan hasil produksi tentu menjadi pendapatan tambahan warga,” kata Bimo.(***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY