KabarJambi.net – Kelangkaan gas 3 Kg diduga lantaran banyak pengusaha rumah makan bahkan hotel yang menggunakannya.

“Dari hasil pantauan di lapangan, memang masih banyak kini, pendistribusian gas 3 Kg ini yang tidak sesuai, pertama gas 3 Kg ini ada diperjual belikan secara bebas di toko-toko kaki lima dan mini market, juga ada para pedagang seperti restauran dan rumah makan ataupun pihak hotel-hotel tertentu yang juga menggunakan dan menikmati gas 3 Kg ini,” ujar Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) Provinsi Jambi Jambi, Kurniadi, Senin (7/11/2016)

” Seharusnya yang berhak menikmati gas 3 Kg subsidi tersebut berdasarkan peraturan Menteri ESDM, masyarakat yang mempunyai penghasilan tidak lebih dari Rp 1,5 juta dan memang merupakan masyarakat tidak mampu, dan kita berharap kepada pemerintah dan pertamina untuk mendata ulang (pemetaan kembali) tempat-tempat pangkalan yang diberikan izin yang tidak sesuai dengan jumlah masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi LPG 3 Kg ini, disetiap kecamatan dan kelurahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Jambi, Sy Fasha  saat dikonfirmasi mengenai hal ini, mengaku akan menindak tegas bagi para pedagang ataupun pihak hotel yang kedapatan oleh pihak Satpol PP masih menggunakan gas 3 Kg.

” Jadi jika ada pedagang ataupun pengusaha yang membandel, maka akan kita proses secara hukum, karena gas 3 Kg itu diberikan oleh pemerintah pusat untuk masyarakat tidak mampu dan berpenghasilan rendah,” kata Fasha, saat ditemui kabarjambi.net setelah kegiatan sambutan di Masjid Nurdin Hamzah.(fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY