KabarJambi.net –  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengajukan pinjaman dana sekitar Rp 462 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur untuk membiayai pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur, karena anggaran daerah sudah tidak mencukupi.

Pelaksana Tugas Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang saat dihubungi di Penajam, Rabu, mengatakan opsi peminjaman dana itu merupakan pilihan terbaik, mengingat kondisi keuangan pemerintah daerah sedang krisis.

“Dari beberapa opsi yang muncul, akhirnya diputuskan meminjam dana kepada pihak ketiga (PT SMI),” katanya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara awalnya berencana mengajukan pinjaman dana sebesar Rp 1 triliun, namun setelah dievaluasi oleh PT SMI hanya disetujui Rp 462 miliar.

Sejumlah proyek infrastruktur yang diajukan melalui pendanaan pinjaman, antara lain pembangunan jalan Jumaiyah di Sungai Parit, Kelurahan Nipah-Nipah, jalan menuju Pelabuhan Benuo Taka di Kawasan Industri Buluminung, Kecamatan Penajam dan jalan pendekat menuju Pulau Balang.

Nicko berharap upaya peminjaman dana kepada PT SMI itu disetujui legislatif karena proyek fisik yang dikerjakan untuk menunjang peningkatan pendapatan asli daerah.

Peminjaman dana yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut merupakan imbas dari pemangkasan dana bagi hasil minyak dan gas bumi oleh pemerintah pusat pada 2016 yang mencapai Rp400 miliar.

Kondisi itu menyebabkan APBD Perubahan 2016 Kabupaten Penajam Paser Utara turun menjadi Rp 1,1 triliun dari awal penetapan APBD murni sekitar Rp 1,4 triliun.

PT SMI adalah perusahaan pelat merah atau perusahaan milik negara yang ditunjuk Kementerian Keuangan untuk membiayai pembangunan infrastruktur di daerah, melalui pinjaman dengan bunga rendah.

Perusahaan tersebut juga bermitra dengan Bank Dunia dalam melaksanakan program RIDF (Regional Infrastructure Development Fund). (***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY