GELEDAH - Polisi bersenjata lengkap berjaga di pintu ruangan di yang digeledah oleh KPK

KABARJAMBI.NET, JAMBI – Uang suap dewan menyebar ke Anggota DPRD Provinsi Jambi dengan berbagai modus. Ada yang belum menerima karena keberuntungan. Ada pula yang memang tegas menolak uang ketok palu RAPBD ini.

Berdasarkan penelusuran dengan sumber internal, uang ketok palu mulai menyebar beberapa hari sebelum Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Ada yang diantar langsung ke rumah, ada juga yang mengambil langsung dan ada juga yang ditransfer ke yang bersangkutan.

Rupanya ada kurir khusus yang bertugas mengetok rumah anggota DPRD Provinsi Jambi secara langsung. Beberapa diantaranya langsung menerima, tapi ada juga yang meminta keluarganya agar menolak uang tersebut. Diantaranya ada juga yang dititip pada panitia yang nantinya bertugas untuk mendistribusikan ke orang-orang yang sudah disepakati.

Supriyono di gedung KPK enggan menjawab saat ditanya siapa saja Anggota DPRD yang sudah menerima. “Belum tahu,”  jawab Supriyono. Namun informasi yang kami dapat, Saifuddin sudah menyampaikan seluruh informasi ke penyidik KPK.

Sementara, juru bicara KPK, Febri Diansyah sendiri belum mau berbicara banyak soal hasil dari penyidikan. Termasuk berapa jumlah anggota DPRD yang sudah menerima uang pelicin tersebut.

“Kami masih fokus pada tersangka yang sudah kita proses saat ini, tentu kita masih terus mendalami. Karena proses penyidikan masih berjalan, dalam tahap pendalaman ini kalau ditemukan ada dugaan peran pihak lain, tidak menutup kemungkinan kita cermati, kita masih fokus pada tersangka,” katanya.(mm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here