KabarJambi.net – Berada di depan kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Jambi, taman anggrek malah tampak tak terurus.

Seolah sejak berpuluh tahun pengelolanya tak memiliki terobosan baru, bagaimana taman tersebut menjadi taman modern yang bisa menarik pengunjung.

Dengan kondisi tersebut, wajar saja penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari taman anggrek sangat kecil bahkan tak sesuai target.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Taman Anggrek Dinas Tanaman Pangan dan Perternakan Provinsi Jambi sepanjang tahun 2016 hanya mencapai target 95,13 persen.

Bunga Anggrek di Taman Anggrek
Bunga Anggrek di Taman Anggrek

“Sepi pengunjung, tapi kalau tahun baru tanggal 1 Januari 2017 kemarin lumayan rame,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Balai Pengembangan Taman Anggrek, Retno Aulia, saat dikonfirmasi KabarJambi.net di Kawasan Taman Anggrek Telanaipura Kota Jambi, Rabu (4/1/2017).

Dikatakan Retno, bahwa pihaknya ditargetkan selama tahun 2016 dapat mengumpulkan pemasukan sebesar Rp 92 juta namun hanya mencapai 95,13 persen. “Sedikit lagi seratus persen,” tetang Retno.

Untuk di tahun 2017 sudah ada rencana untuk penargetan namun belum fix, karena akan dirapatkan kembali oleh pemerintah Provinsi Jambi.

“Belum fix, berapa targetnya. Nanti akan dirapatkan lagi berapa untuk tahun ini,” jelas Retno.

Retno mengatakan, sepinya pengunjung Taman Angrek bisa jadi karena sudah banyaknya taman-taman yang gratis untuk dikunjungi. “Jadi mereka pada lari kesana dan mungkin juga walaupun berbayar mereka ingin menikmati suasana yang baru, disini bayar orang dewasa Rp 4.000 ditambah parkir motor Rp. 2.000,” ungkap Retno.

Selanjutnya Retno menambahkan, bahwa pihaknya, kedepan  merencanakan untuk melakukan renovasi serta memperindah Taman Anggrek agar lebih diminati dan dikunjungi banyak pengunjung.

“Tetap dilakukan, tanaman angrek itu yang lebih dibudidayakan. Namun untuk tanaman lain seperti tanaman langkah, tanaman hias yang lain juga tetap ada,” terang Retno. (Afm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here