KabarJambi.net – Tidak terima terjaring razia, anak pemilik hotel Marisa ini mengamuk kepada para petugas Satpol PP Kota Jambi serta petugas gabungan TNI/Polri dan Badan Narkotika Nasional Kota Jambi di salah satu hotel di kawasan Jalan Kolonel Abunjani, Kecamatan Kotabaru Kota Jambi.

Petugas gabungan yang ketika itu memeriksa satu persatu ruangan kamar, tiba-tiba dikagetkan ketika pria yang ada di kamar tersebut marah dan tak terima dirazia karena ia merupakan anak pemilik hotel.

“Kalian ini sudah ganggu istrahat saya, saya ini anak pemilik hotel ini, kenapa kalian razia malam-malam gini. Mana surat perintah kalian. Kalian tak perlu lihat identitas saya, saya ini orang Jakarta, kenapa!” tantang pria yang mengaku anak pemilik hotel, ketika petugas mencoba menanyakan identitas dirinya.

Keributan antara petugas dan pria itu pun sempat terjadi, pria itu bersikeras tidak mau diperiksa identitas dirinya dengan menyebut para petugas yang menggelar razia telah menyalahi aturan yang ada. Padahal razia pekat pada Kamis malam (15/12/2016) tersebut merupakan razia resmi.

Petugas yang merasa curiga kepada pria tersebut, tetap tidak mendengarkan perkataan lelaki yang mengaku anak pemilik hotel itu, hingga pria tersebut tetap diperiksa identitasnya.

“Kami disini baik-baik bertanya, mana identitas bapak, karena kami razia ini berdasarkan perintah yang ada. Jadi bapak tidak perlu bentak dan marah-marah seperti itu kepada petugas, bapak ada identitas KTP atau tidak ini,” tegas petugas Satpol PP yang tetap memeriksa pria itu.

Pria itu semakin menantang, dan tetap beranggapan jika razia kali ini menyalahi aturan, hingga ia terus memarahi petugas,” Kalian jangan main-main ya, jika saya tidak mau berikan KTP saya mau apa kalian,” sebut pria itu.

Terpisah, Kasat Pol PP Kota Jambi, Yan Izmar ketika dikonfirmasi mengakui jika dalam razia sempat terjadi keributan antara petugas dengan pria yang mengaku anak pemilik hotel.

“Iya memang ada tadi, tetapi tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan sudah dapat diselesaikan akhirnya,” ujarnya ketika dikonfirmasi awak media setelah usai razia, Jumat dini hari (16/12/2016)

Ia juga mengatakan, dalam razia tersebut sebanyak 64 orang diangkut petugas untuk segera didata,” Ia dalam razia ini jumlahnya sangat banyak, untuk pria 34 orang dan perempuan 24 orang, dan kemudian 2 Waria serta 4 pasangan yang tanpa identitas suami istri,”  tutupnya. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY