KabarJambi.net – Selama tahun 2016, banyak tindakan kriminal terjadi di wilayah hukum Polresta Jambi. Bahkan jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya.

Kasus pencurian sepeda motor serta kasus penganiayaan dengan pemberatan (aniyat) dan kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) maupun kasus pembunuhan menjadi kasus hukum yang meningkat selama tahun 2016.

Menurut Kapolres Jambi, Kombespol Bernard Sibarani, kasus Curanmor pada 2015 tercatat ada 936 kasus sementara pada tahun 2016 menjadi 1.123 kasus.

Kasus pencurian dengan kekerasan atau curas hanya naik 29 kasus (12,77 persen dari 227 kasus pada 2015 menjadi 256 kasus pada 2016.

Untuk kasus penganiayaan dengan pemberatan (anirat) naik sebesar 25 persen atau 61 kasus dari 244 kasus di 2015 menjadi 305 kasus di 2016, kasus pembunuhan hanya naik tiga kasus dari dua kasus pada 2015 jadi lima kasus 2016.

“Hanya kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi penurunan 18,50 persen atau 255 kasus dari 1.378 kasus pada 2015 menjadi 1.123 kasus di 2016,” jelas Bernard.

Sementara itu secara keseluruhan gangguan keamanan selama 2015 tercatat 6.320 kasus tindak pidana atau naik 10,11 persen atau sebanyak 639 kasus menjadi 6.959 kasus.
Kapolresta Bernard Sibarani, juga mengatakan, untuk angka resiko kena tindak pidana terjadi penurunan 21,16 persen atau 248 dari 1.172 pada 2015 jadi 924 pada 2016.

“Saya juga minta maaf kepada seluruh masyarakar Kota Jambi jika selama setahun ini pihak kepolisian masih kurang menganyomi warga dari sisi gangguan keamanan yang terjadi,” tukas dia. (fa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here