Unjuk rasa para sopir angkot di depan kantor Walikota Jambi, Rabu (8/11). Mereka menuntut dihentikannya operasional angkutan online, penertiban terminal bayangan, dan revitalisasi Terminal Rawasari di Pasar Jambi.

KABARJAMBI.NET, JAMBI – Walikota Jambi Syarif Fasha menemui pengunjuk rasa di kantornya. Di hadapan para sopir angkot, ia mengaku juga merasa resah dengan maraknya angkutan online.

 

Namun ia akui tak bisa mengahambat praktik angkutan online. Menurutnya harus ada kerjasama lintas pihak untuk mengatasi transportasi online yang belakangan semakin banyak digemari ini.

 

“Kami pemerintah juga resah sejak ada (angkutan) online. Namun kami juga tidak menghambatnya,” ujar Fasha, Rabu (8/11).

 

Namun menurutnya Pemkot Jambi sudah membuat langkah. Khususnya untuk angkutan ojek. Dimana ojek online dilarang mangkal di pangkalan ojek konvensional. Selain itu diupayakan agar tidak ada lagi penambahan anggota baru ojek online ini.

 

Dikatakan Fasha, tidak hanya sopir angkot yang ngeluh. Pengusaha angkutan taksi juga sampaikan keluhan. Selain itu, Fasha juga bicara soal aktifitas terminal bayangan yang meresahkan para sopir angkot.

 

Ia minta Pemkot Jambi berkordinasi dengan Kodim dan Denpom. “Bersihkan terminal  bayangan itu,” tegasnya.

 

Sejak pagi, para sopir angkot berdemo di kantor Walikota Jambi. Merema memparkirkan mobil angkotnya di badan jajan sehingga mengakibatkan kemacetan yang parah di kawasan Kotabaru, Jambi.(mm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here