KabarJambi.net – Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bulan Maret 2016 lalu menunjukkan tingkat elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mencapai 59,3 persen. Namun, dalam survey terbaru yang dirilis LSI, Selasa (4/10/2016), tingkat elektabilitas Ahok turun tinggi separohnya, yakni 31,4 persen.

Menurut peneliti Senior LSI, Adjie Alfaraby, jika disimak dari hasil survei yang menggambarkan tingkat elektabiltas Ahok memiliki tren menurun, pasangan Ahok – Djarot bisa saja kalah di Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Elektabilitas Ahok sejak Maret hingga kini turun 28 persen, sementara pesaingnya cukup tinggi,” kata Adjie Alfaraby saat konferensi pers, Selasa (4/10/2016).
Sementara pesaing Ahok-Djarot memiliki tingkat elektabilitas yang tidak terlalu jauh dibanding Ahok-Djarot.

Elektabilitas pasangan calon Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno mencapai 21,1 peren atau berselisih sekitar 10 persen dengan Ahok. Sedangkan elektabilitas pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mencapai 19,3 persen atau berselisi 12 persen dengan Ahok.

Kata Adjie, data ini menunjukkan bahwa elektabilitas Ahok dalam posisi berbahaya sebagai pasangan inkumbent. Meskipun saat ini Ahok masih unggul dari kedua pasangan calon.

“Kami berpengalaman di sejumlah daerah, selisih aman seorang inkumben dengan penantangnya adalah minimal 20 persen,” kata Adjie.

Survei ini dilaksanakan LSI sejak sehari pasangan calon mendaftar ke KPUD DKI Jakarta, yakni 26 hingga 30 September 2016.

Survei dilakukan dengan metode standar milik LSI, Multistage Random Sampling dengan margin error 4,8 persen. (mg)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY