Camp pekerja PETI Merangin

Kabarjambi.net – Pengaduan masyarakat soal PETI di hulu Sungai Tembesi tak berjawab dari DPRD Merangin. Tiga minggu berlalu, DPRD masih tak memberi solusi apa pun.

Parahnya, Ketua DPRD Zaidan Ismail mengaku tak mengetahui PETI di Sungai Duo. Zaidan mengatakan tak pernah laporan masuk ke mejanya mengenai hal itu.

“Dak ado laporan ke sayo soal itu. Sayo dak tau apo sajo tuntutannyo,” ujar Zaidan, Selasa (25/4) siang.

Namun ia menyayangkan aktifitas PETI tersebut. Zaidan menyebutkan, cukup kawasan Sungai Manau dan Tabir Barat yang sudah hancur karena PETI yang menggila.

“Cukup lah Sungai Manau dan Tabir Barat yang hancur karena PETI. Saya keras menghentikan PETI. Sekarang ini tinggal pemangku kebijakan untuk menghentikannya,” ujar Zaidan lagi.

Mengenai hal ini, Ketua GP Ansor Merangin, Muhlisin, bukan lagi hal aneh. Bukan hal baru lagi jika DPRD tak memberi solusi nyata dalam bentuk apa pun mengenai keluhan masyarakat.

“Memang DPRD Merangin itu susah diharapkan. Tinggal cerita saja lembaga terhormat. Sudah terlalu banyak masyarakat kecewa,” ujarnya.

Ia mengatakan, mengenai pengaduan soal PETI, nasibnya juga sama. Hingga kini tidak ada solusi kongkrit dari DPRD.

“Komisi III katanya mau turun ke lokasi PETI, itu bohong. Pengaduan dari masyarakat hanya jadi alasan untuk mereka bikin SPPD dengan alasan konsultasi ke Jakarta. Sangat mengecewakan,” tutupnya.(Marsis Imron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here