Rapat kerja yang berujung kesepakatan pernyataan perang terhadap PETI dan perambahan hutan

Kabarjambi.net – Camat Jangkat, Sodri, bicara keras. Ia mengatakan tidak akan memberi ruang sekecil apa pun untuk tumbuhnya aktifitas tambang emas ilegal alias PETI di Jangkat.

Sodri mengatakan, aparat setiap desa telah ia ingatkan. Jika ada yang bermain dan memberi ruang, ia tidak sungkan-sungkan menyelesaikan lewat jalur hukum.

“Saya pastikan tidak ada aktifitad PETI di Kecamatan Jangkat. Kami tidak akan memberi kesempatan PETI muncul,” ujar Sodri.

Fokus Group Discussion (FGD) menghasilkan kesepakatan. Pemkab Merangin, Polres Merangin, Kodim 0420/Sarko, dan masyarakat Luhak 16 sepakat menyatakan perang terhadap tambang emas ilegal di Kecamatan Jangkat Timur.

Forum ini digelar di kantor Bappeda Merangin. Bupati Al Haris, Kasdim Sarko, Kasi Intel Kejari Merangin, Kabag Ops Polres Merangin, camat, dan puluhan kepala desa menghadiri forum ini.

Pantauan Kabarjambi.net, Persatuan Pemuda Mahasiswa dan Pelajar (PPMP) Luhak 16 jadi ‘bintang’nya. PPMP terus mendesak semua pihak terkait menuntaskan aktitas PETI di Jangkat Timur.

“Mereka bawa alat berat ekskavator ke lokasi melewati tiga kantor polsek, dua kantor koramil, beberapa kantor camat dan puluhan desa. Bagaimana bisa ini lolos,” ujar Ketua PPMP Luhak 16, Alber Trisman, Selasa (21/3).

Hingga akhirnya kesepakatan tercapai. Yakni semua elemen menyatakan perang terhadap perambahan hutam dan PETI di sekitar kaki Gunung Masurai.

Kesepakatan itu ditanda tangani bersama. Baik oleh unsur pemerintah, maupun dari masyarakat.

“Kami lega kesepakatan ini ditanda tangani. Tapi yang lebih penting adalah pelaksanaannya. Berantas habis. Kita tunggu aksi pemerintah, apakah konsisten atau tidak,” ujar Zurmen, pengurus PPMP Luhak 16.(Joni)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY