Kabarjambi.net – Rudianto, warga Perumahan Bougenville RT 23 Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi yang kedapatan memakai kaos merah berlambang palu arit, tidak ditahan oleh pihak kepolisian.

Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek ini hanya dikenai wajib lapor. Sementara, pihak kepolisian masih menelusuri asal muasal kaos berlambang palu arit yang dikenakan oleh Rudianto.

Rudianto diamankan oleh polisi karena kedapatan memakai kaos palu arit di Simpang Museum Telanaipura, saat malam tahun baru lalu.

Kepada petugas, ia mengaku kaos tersebut dibeli oleh istrinya dari sebuah tempat penjualan pakaian bekas. Polisi sedang menyelidiki penjual kaos ini.

“Iya untuk saat ini setelah Rudi itu diamankan kini kita kepolisian bersama pihak TNI sedang mencaritahu siapakah Ginting itu yang merupakan penjual baju bekas itu,” kata Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bernard Sibarani saat diwawancarai oleh awak media usia acara syukuran di lapangan Mapolresta Jambi, Selasa (3/1/2017)

Iya menjelaskan bahwa awal sebelumnya pihak TNI juga sempat mengamankan Ginting si penjual baju bekas itu karena ketahuan menggunakan baju berlambang PKI tersebut.” Dan kini kita coba cari tahu lagi mengenai itu,” jelas Bernard.

“Dari pengakuan Rudi yang diamankan oleh petugas kepolisian Polsekta Telanaipura itu jika baju itu sudah digunakannya dua kali, pertama pada tanggal 26 Desember lalu dan terakhir pada malam tahun baru, maka dari itu kita coba dalami lagi akan kasus ini,” sambungnya. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY