Arfan Plt Dinas PU Provinsi Jambi

KABARJAMBI.NET, Jakarta – Spekulasi mengenai keterlibatan petinggi Provinsi Jambi makin liar. Terlebih beberapa tersangka suap pengesaham RAPBD Jambi mulai lebih banyak buka ‘kartu’.

Menariknya, teka-teki masih mengemuka karena tersangka menggukan istilah main olahraga catur. Yakni pion, patih, dan raja. Dimana pion disebut jadi korban atas perintah patih dan raja.

Adalag Suseno, kuasa hukum Plt Kadis PUPR, Arpan, yang mengungkap istilah catur ini.. “Ini baru saja perpanjangan penahanan yang kedua, dari 20 menjadi 40 ya. Untuk selanjutnya kita menunggu proses penyidikan ini segera dilimpahkan ke pengadilan,” katanya seperti dikutip jamberita.com, Jumat (15/12).

Suseno menjawab diplomatis mengenai ada tidaknya perintah Gubernur Zumi Zola. Ia mengatakan pada saatnya nanti itu akan terungkap.

“Kalau ada raja, kemudian ada patih, kemudian itu di-skakmat. Siapa yang jadi korban? Pionnya kan. Cukup ya. Jabarkan sendiri kata-kata saya. Kalau raja kan yang tertinggi,” jelasnya.

Arfan sendiri hanya diam ketika ditanya mengenai hal ini. Ia lebih menyerahkan sepenuhnya kepada Suseno selaku kuasa hukumnya.

Sementara itu plt Sekda Erwan Malik yang juga tersangka, mengisyaratkan ada pihak lain yang lebih berkepentingan dengan pengesahan RAPBD. “Apa kepentingan sekda dalam pengesahan APBD ini,” ujar di kantor KPK.(jb/mm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here