KabarJambi.net – Gedung-gedung bioskop Pakistan telah menghentikan pemutaran film-film India sebagai aksi solidaritas dengan angkatan bersenjata negara itu setelah kekerasan meningkat di Kashmir yang dipersengketakan kedua negara bertetangga itu, kata para pemilik gedung tersebut pada Jumat (30/9/2016).

Ketegangan antara India dan Pakistan, dua negara pemilik senjata nuklir, meningkat sejak penumpasan oleh pasukan keamanan India atas pemerotes di Kashmir yang dikuasai India mulai pada Juli. Hubungan memburuk pada September setelah para militan menewaskan 18 tentara dalam penyerbuan di satu pangkalan tentara India, sebuah serangan yang New Delhi persalahkan atas Pakistan.

“Kami telah menghentikan pemutaran film-film India di gedung-gedung bioskop kami mulai Jumat hingga situasi membaik dan kembali normal,” kata Nadeem Mandviwalla, yang perusahaannya Mandviwalla Entertainment mengelola delapan gedung sinema di Karachi dan Islamabad, ibu kota Pakistan.

India menyatakan pada Kamis pihaknya telah melancarkan serangan-serangan di kawasan Kashmir yang diperintah Pakistan, sebuah klaim yang dikutuk dan dibantah Pakistan.

Asosiasi Produser Film India (IMPPA), sebuah lembaga pembuat film kecil, pada Kamis melarang para anggotanya mengontrak para aktor Pakistan. Mandviwalla dan para pemilik sinema lainnya mengatakan larangan tersebut di Pakistan juga merupakan balasan atas tindakan IMPPA.

Media India melaporkan bahwa seorang pemimpin partai sayap kanan regional, Maharashtra Navnirman Sena, pekan lalu memberi waktu selama 48 jam kepada para aktor Pakistan untuk meninggalkan India atau menghadapi “pengusiran”.

Partai itu, yang tak bersedia memberikan komentar, adalah satu di antara dua partai berhaluan garis keras di Mumbai. Partai itu telah menyerukan para artis Pakistan dilarang bekerja di India.

Film-film India populer di sinema dan dalam bentuk DVD di Pakistan.

Industri film domestik Pakistan menunjukkan kebangkitan pada akhir-akhir tahun ini tapi masih disaingi oleh Bollywood, India.

Kemunculan para aktor Pakistan sering terlihat di film-film Bollywood yang beranggaran besar dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa aktor India membela rekan-rekan mereka dari Pakistan.

“Mereka artis. Ada dua hal yang berbeda. Mereka teroris, ini artis. Apa pendapat Anda, artis adalah teroris?” kata Salman Khan, salah seorang bintang tersohor di Bollywood, kepada wartawan ketika ditanya apakah para aktor Pakistan seharusnya dipaksa keluar.

Khurram Gultasab, general manager Super Cinemas, yang mengelola 10 gedung bioskop di sejumlah kota di Provinsi Punjab, Pakistan, membenarkan kelompoknya juga tidak akan memutar film-film India. (***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY