Kabarjambi.net – Tahun 2016 lalu Pemkab Merangin ‘dihukum’ oleh Kementerian Keuangan RI. Puluhan miliar dana ditunda transfernya karena lambatnya penyerapan anggaran.

Kini gejala kejadian yang sama terulang lagi. Memasuki pertengahan triwulan kedua, serapan anggaran hanya 15,52%. Padahal idealnya sudah 25-30% dari pagu APBD Rp 1,3 triliun lebih.

Kondisi ini dibenarkan oleh Kabid Perbendaharaan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Darhimah. “Serapan anggaran baru 15,52% dari pagu anggaran Rp 1,368 triliun. Baru terealisasi Rp 212,264 miliar,” ungkap Darhimah, Rabu (3/5).

Ia mengatakan, serapan anggaran yang sudah terealisasi itupun adalah belanja tidak langsung. Yakni seperti pembayaran gaji pengawai dan biaya operasional.

Sedangkan realisasi anggaran belanja langsung atau kegiatan pembangunan fisik dan pengadaan, sebagaian besar masih perencanaan. Masih sebagian kecil belanja pembangunan yang sudah berjalan.

Darhimah yang juga adik kanding istri bupati, Hesti Haris, mengatakan berharap setiap instansi daerah menggenjot serapan anggaran. Karena sangat diharapan serapan anggaran bisa maksimal.(Marsis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here