KabarJambi.net – Sebentar lagi supermoon akan menghiasi langit Indonesia! Tepatnya pada Senin (14/11/2016). Bulan akan mencapai fase purnama pada titik terdekatnya dengan Bumi atau perigee. Konfigurasi ini menyebabkan purnama akan terlihat sedikit lebih besar dan terang. Fenomena ini umumnya kita kenal sebagai supermoon atau ada pula yang menyebut purnama perigee. Namun apa yang spesial pada supermoon kali ini?

Harus diketahui bahwa jarak antara titik perigee ke Bumi tidak konstan. Ada kalanya titik perigee sedikit lebih jauh dari Bumi. Atau kadang pula sedikit lebih dekat. Variasi pada jarak titik perigee ini kemudian menyebabkan perbedaan pada tiap supermoon. Tentu saja, semakin dekat titik perigeenya, maka semakin besar dan terang pula supermoon yang bisa kita lihat. Selain itu selisih waktu antara puncak purnama dan puncak perigee pun ikut ambil andil. Makin singkat selisih waktunya, maka supermoon yang bisa terlihat pun makin oke punya.

Nah menariknya titik perigee pada 14 November 2016 adalah yang paling dekat sejak tahun 1948. Jarak antara Bulan ke Bumi hanya 350.133 kilometer saat puncak perigee pada pukul 18:23 WIB. Dan tidak lama setelah puncak perigee terjadi, puncak purnama pun menyusul pada pukul 20:52 WIB. Nah perpaduan antara jarak titik perigee yang sangat dekat dengan selisih waktu puncak perigee ke puncak purnama yang singkat membuat supermoon nanti warbyasah!

Supermoon 14 November 2016 akan menjadi yang terdekat, terbesar dan paling terang sejak 26 Januari 1948 atau setelah hampir 70 tahun! Jika kita amati dengan mata telanjang, supermoon 14 November 2016 akan 30% lebih terang dan 14% lebih besar dibanding purnama saat di titik terjauh dari Bumi atau apogee. Tentu saja, untuk bisa menemukan perbedaan ini kamu harus biasa melihat purnama sebelumnya. Kalau tidak, mungkin kamu akan menganggap supermoon kali ini biasa saja. Sedangkan jika diamati dengan teliti, diameter sudut Bulan akan mencapai 33,5 menit busur ketika puncak purnama.

Karena puncak perigee dan puncak purnama terjadi pada malam hari, maka Indonesia akan menjadi lokasi terbaik untuk mengamati. Supermoon akan terlihat sepanjang malam, mulai senja sampai pagi. Bisa dengan mata telanjang ataupun teleskop. Nah karena supermoon ini melingkupi lokasi yang luas, waktu yang lama, dan cara pengamatan yang beragam, maka kita tinggal modal niat saja untuk mengamatinya. Kalau mendung di awal malam? Ya tunggu dulu, amati lagi tengah malam atau menjelang pagi. Kalau mendung semalaman? Ya terpaksa nunggu lagi.

Supermoon sebenarnya ada setiap tahun. Bahkan hingga beberapa kali. Jadi kalau gagal mengamati supermoon kali ini masih bisa menunggu supermoon berikutnya tahun depan. Tapi ya itu tadi, ada variabel-variabel yang menyebabkan setiap supermoon berbeda. Jika ingin melihat supermoon sedekat, sebesar, dan seterang supermoon 14 November 2016 maka nunggunya bakal lebih lama. Karena itu supermoon kali ini termasuk langka. Supermoon yang lebih dekat, lebih besar, dan lebih terang dibanding pada 14 November 2016 baru akan terjadi pada 25 November 2034. Masih 18 tahun lagi. (***)

Sumber : Kalastro.id

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY