KabarJambi.net – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Ridham Priskap, menghimbau pada semua pelaku politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak jilid II pada bulan Februari di tahun 2017, untuk tidak membawa isu Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) ketika berkampanye.

Di Provinsi Jambi sendiri, ada 3 (Tiga) Kabupaten yakni Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tebo dan Sarolangun yang melaksanakan Pilkada serentak tersebut.

Hal tersebut dikatakan Sekda, usai menghadiri Rakor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jambi di aula Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jambi, Rabu (23/11/2016).

“Isu SARA saya pikir dalam kondisi seperti sekarang ini sangat tidak relevan diangkat ke permukaan sebagai ajang politik,” katanya.

Sekda juga mengimbau antar pendukung tidak saling mencaci dan memaki termasuk membawa isu SARA yang tidak perlu.

Tapi diharapkannya, semua pelaku politik termasuk Tim Sukses (Timses) masing-masing pasangan calon harus mampu memperlihatkan program-program berkualitas sehingga masyarakat tertarik dengan kandidatnya.

“Saling dukung-mendukung itu lumrah, tapi bukan dengan harus membuat tindakan-tindakan anarkis atau kampanye hitam,” katanya.

Menurut Ridham, yang diutamakan dalam Pilkada tersebut, melahirkan pemimpin yang berkualitas. Sebab setelah kandidat menjadi kepala daerah tentu mengemban amanah bagaimana mensejahterakan masyarakat, meningkatkan pelayanan publik serta meningkatkan daya saing daerahnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Ridham mengatakan peran FKUB Jambi sangat diperlukan. Dimana harus mensosialisasikan dan mengedukasi serta memberikan penjelasan kepada semua warga, bahwa memang kehidupan ini butuh kenyamanan dan ketenangan dari gangguan agar aktivitas kehidupan masyarakat bisa berjalan baik. (Afm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY