Tembok batu di air terjun Satria Perancah cocok jadi tempat panjat petualang panjat tebing

Kabarjambi.net – Kawasan dataran tinggi Gunung Masurai dikenal masyhur dengan berjuta spot wisata alamnya. Memiliki beberapa danau, geyser atau air panas yang menyembur dari perut bumi, gunung yang menjulang, hamparan lembah dan sawah, hingga puluhan air terjun nan eksotis. Memanjakan pecinta wisata alam.

Satu di antaranya adalah air terjun Satria Perancah. Tak setinggi air terjun Sigerincing di Desa Tuo atau Dukun Batuah di Rantau Suli. Juga tak seternama keduanya. Tapi Satria Perancah memiliki sisi eksotis yang sangat berbeda dan khas.

Tingginya hanya kisaran belasan meter saja. Tak seberapa tinggi memang. Tapi Satria Perancah merupakan satu-satunya air terjun yang meluncur di antara dua ‘tembok’ batu alam yang sangat kokoh.

Tempatnya berada di bilangan Desa Rancan Kecamatan Lembah Masurai. Tidak jauh. Untuk menuju ke air terjun pun tak sulit.

Air terjun Satria Perancah di Desa Rancan (foto: ist)
Air terjun Satria Perancah di Desa Rancan (foto: ist)

Berjarak hanya sekira satu kilometer dari jalan raya Bangko-Jangkat. Hanya dengan berjalan kaki sekira 30 menit saja, pengunjung sudah sampai di Satria Perancah.

Tim kabarjambi.net yang berkunjung ke Satria Perancah menyaksikan begitu banyaknya sisi menarik. Karena tak hanya sekedar menikmati air terjun. Penggila panjat tebing juga bisa menguji adrenalin di tembok batu Satria Perancah. Tepat di bibir air terjun.

Cerita eksotisnya Satria Perancah belum selesai. Suka ikan sungai? Ahaa.. Satria Perancah juga ‘menyediakan’ ikan sungai. Dengan air yang jernih, ikan-ikan terlihat jelas berkeliaran dengan ‘genit’ di dasar ‘lubuk’ air terjun.

“Biasanya pengunjung suka nembak ikan di sini. Terus dibakar dan langsung disantap di tempat,” ujar Hengky Bramantara, pemuda Desa Rancan.

Terbayang sedapnya mengunyah daging ikan sungai di tempat ini. Jelas, diiringi musik alam cuitan suara burung-burung liar yang berkeliaran bebas di tengah hutan sekitar air terjun yang masih asri.

“Kadang jadi lokasi camping. Ini ditemukan sebenarnya sudah lama. Tapi memang belum begitu dikenal orang luar karena tidak sering dipromosikan,” ujar Hengky lagi.

Bebatuan di tengah beningnya air sungai di dekat air terjun Satria Perancah
Bebatuan di tengah beningnya air sungai di dekat air terjun Satria Perancah

Anggota DPRD Merangin, Lilik Gunawan juga berbagi testimoni dengan kabarjambi.net mengenai Satria Perancah. Politisi yang dikenal sebagai pegiat wisata alam ini mengatakan sudah datang langsung ke lokasi bersama anak dan istrinya.

Lilik juga mengatakan Satria Perancah memiliki daya pikat yang tak dimiliki banyak air terjun lainnya. Unik dengan tembok batunya, dan sangat cocok jadi lokasi petulangan kecil bersama keluarga.

“Lokasinya kan gampang dicapai. Dua jam dari Bangko sudah sampai di Rancan. Sambung jalan kaki 30 menit, sampai. Saya jamin unik dan sangat asyik,” ungkap Lilik.(Marsis/mm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here