Kabarjambi.net – DPRD Merangin baru saja tercoreng oleh isu oknum anggotanya selingkuh. Belum lagi kabar itu benar-benar redam. Kini muncul lagi dugaan kasus lain yang tak kalah menggegerkan. Kasus cabul.

Bahkan kasus dugaan pencabulan ini sudah dilaporkan kepada polisi. Kapolsek Pemenang AKP Sanpe Nababan mengakui bahwa kasus ini awalnya dilaporkan ke Polsek Pamenang. Namun kemudian sudah diambil alih oleh Satuan Reskrim Polres Merangin.

“Laporannya ada kami terima. Terlapor atas nama SN. Namun untuk penanganan kasusnya sudah ditarik Satuan Reskrim Polres Merangin,” ujar Nababan, Selasa (13/7).

Pernyataan Nababan juga dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Merangin, AKP Al Hajad. “Laporannya benar ada. Korban lagi diperiksa di ruang pemeriksaan khusus. Berhubung korban atau pelapor masih anak bawah umur,” ujarnya.

Informasi yang terhimpun, dugaan pencabulan terjadi pada Senin (10/7) lalu sekira pukul 20.00 WIB. Korban LP adalah santriwati di pondok pesantren yang dibina oleh oknum anggota DPRD Merangin berinisial SN.

Sebelum kejadian, gadis berusia 16 tahun ini tengah bercengkrama dengan rekannya sesama santriwati ponpes yang berlokasi di bilangan Kecamatan Pemenang ini. Lalu datang terlapor SN yang kemudian menanyakan keadaan pondok yang dihuni korban.

Usai sesaat berbincang, terlapor mengajak korban melihat keadaan pondok yang biasa dihuni korban. Terlapor beralasan jika lampu di dalam pondok korban mati. Namun setelah diperiksa ternyata lampu menyala normal.

Mendadak terlapor yang juga pengasuh pondok menuding korban sering pacaran di lingkungan pondok pesantren. Dalam pengakuan kepada polisi, korban mengatakan bahwa terlapor menuduhnya sering membawa lelaki ke dalam pondoknya.

Namun tuduhan itu dibantah oleh korban dan terlapor memaksa memeriksa badan korban. Saat memeriksa badan itulah dugaan tindakan pencabulan terjadi. Karena menurut korban, tubuhnya digerayangi hingga ke bagian yang tak pantas.

Usai kejadian itu, korban pulang ke rumah orang tuanya karena merasa malu. Orang tua korban yang mendengar kejadian yang menimpa anaknya, melapor ke pemerintahan desa. Hanya saja penanganan dari pihak lembaga adat tidak mencapai penyelesaian.

 “Kemudian orang tua korban lapora dan saat ini kasusnya sudah ditangani,” ujar Sanpe Nababan lagi.

Hanya saja, hingga berita ini diterbitkan, SN selaku terlapor belum dapat dimintai tanggapannya. Kabarjambi.net berupaya maksimal untuk mendapatkan konfirmasi dari SN. Hanya saja belum dapat terhubung kepada yang bersangkutan. (Rian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here