KabarJambi.net – Sejumlah Suku Anak Dalam (SAD) dari Kecamatan Batin Sembilan, Kabupaten Batanghari mendatangi Kantor Gubernur Jambi, Selasa (11/10/2016).

Mereka melaporkan bahwa kehidupan mereka terancam oleh PT HTI Wahana Perintis dan PT Incasi Raya Sum-bar

“Kami sengajo datang, menghadap rajo paling Gedang, Pak Gubernur Jambi, bahwo kami samo anak-anak terancam di usir dari kawasan lahan oleh Perusahan HTI Wahana Perintis dan PT Incasi Raya Sum-bar,” kata Penghulu SAD,  Menti Ngelembo di Kantor Gubernur Jambi, Selasa (11/10/2016).

“Sudah rumah diroboh, diusir,  hidup teracam di buat PT. Dari Sabtu kemaren, kalau kami dak pegi, kami ditembak, dibacok, orang perusahan sebanyak 100 orang mengusir kami, jalan kamipun ditutup dengan alat berat, kami diadu domba sama wargo sano biar kami bentrok,” ungkap Menti.

Padahal, 2010 lalu, HTI ingin melakukan land clearing, tapi SAD tidak terima. Nego-nego di Rumah Bupati, disisainlah lahan 144 Ha untuk ditanam karet.

Diungkapkan, Asisten Koordinator Orang Rimba Ade Chandra ,bahwa sebelumnya, tangal 25 Maret 2016 kesepakatan antara PT Wahana Perintis, dengan Orang Rimba, itu sudah rill secara tertulis dan disaksikan langsung oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Hutan (LHK), Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kabupaten Batanghari.

“Namun lahan itu saat ini telah bersih, Sabtu kemarin rumah mereka (SAD-Red) dihancurkan pakai alat berat, semua fasilitas kesehatan, penyediaan yang difasilitasi oleh Makorem Gapu 042 tidak bisa mereka terima, mereka diusir,” jelas Ade.(Afm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY