KabarJambi.net – Rusia dibuat marah oleh pernyataan bernada ancaman Amerika Serikat mengenai Suriah dan melihat pernyataan tersebut sama dengan dukungan kepada terorisme, kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, Kamis, seperti dilaporkan kantor berita Rusia.

Ryabkov merujuk pada pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS John Kirby pada Rabu (27/9/2016) bahwa Rusia memiliki kepentingan dalam penghentian kekerasan di Suriah karena kelompok ekstremis bisa memanfaatkan kekosongan di sana dan melancarkan serangan “terhadap kepentingan Rusia, bahkan mungkin ke kota Rusia”.

“Kami tidak bisa menerjemahkan ini selain dukungan nyata pemerintahan AS saat ini kepada terorisme,” kata Ryabkov.

“Undangan tersembunyi untuk menggunakan terorisme sebagai senjata melawan Rusia menunjukkan dalamnya politik pemerintahan AS saat ini membungkuk dalam pendekatannya ke Timur Tengah dan khususnya Suriah,” katanya.

Pejabat AS pada Rabu mengatakan bahwa pemerintahan Obama mulai mempertimbangkan respon lebih keras terhadap serangan pemerintah Suriah yang didukung Rusia di Aleppo, termasuk opsi militer, di saat meningkatnya ketegangan dengan Moskow mengikis harapan bagi solusi diplomatik.

Ryabkov seperti dikutip mengatakan bahwa Moskow tidak melihat alternatif bagi rencana AS-Rusia untuk berusaha mencapai gencatan senjata di Suriah dan bahwa Washington harus fokus pada pelaksanaannya.

Ia mengatakan rencana gencatan senjata tujuh hari yang diusulkan AS tidak bisa diterima dan bahwa Moskow mengusulkan “jeda kemanusiaan” selama 48 jam di Aleppo. (***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY