KabarJambi.net – Kebimbangan bagi aku dan teman-teman saat akan mengakhiri sekolah adalah ketika harus berhadapan dengan berbagai pilihan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Sadar ataupun tidak kita pun harus mengukur kemampuan dan kesempatan yang dapat kita raih. Persaingan yang ketat untuk mendapatkan kursi di PTN terbaik juga menjadi alasan bagi kami untuk mencari pilihan terbaik yang lain.

Alhamdulillah … ALLOH memberi seberkas harapan. Semua ini diperlihatkan pada Maret 2015 lalu, saat aku masih kelas dua semester ke-2 di MAN Insan Cendekia Jambi. Aku ditawarkan untuk berkuliah S1 beasiswa di Russia oleh guru private ku. Saat itulah aku mulai mencari tahu tentang Rusia. Aku mulai tertarik dengan kecanggihan teknologinya yang tak kalah dari Amerika. Selain negara yang terkenal akan hasil minyak buminya, ternyata tak sedikit pula ahli IT yang berasal dari Rusia. Saat aku mulai memasuki semester satu kelas tiga, guru privat ku mengajak aku dan teman-teman pergi ke rumah beberapa mahasiswa di Rusia yang berasal dari jambi untuk sharing  mengenai studi dan beasiswanya, dan tak lupa dengan pemandangan di Rusia. Dari mereka aku semakin terkesima dengan Rusia, dan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi di sana.

rusia1Aku mulai memutuskan dan mempersiapkan semua berkas untuk mendaftar beasiswa Rusia 2016.  Dalam masa-masa genting dan padat sebab saat itu aku dan teman-teman disekolah harus mempersiapkan diri untuk menghadapi UAN. Tapi itu tidak menghalangi diri ini untuk mempersiapkan semua berkas yang dibutuhkan untuk proses aplikasi walaupun di tengah perjalanan banyak sekali rintangan dan hambatan yang  dapat menjatuhkan semangat ku. Di mulai dari beberapa guru-guru ku yang bilang Rusia itu komunis, aku tau niat mereka baik untuk mengkhawatirkan ku, tapi Rusia komunis itu sudah hilang ketika Uni soviet bubar menjadi Russian Federation sekitar 17 tahun silam. Yahh ….  aku tahu hal ini dari papa ku sih, papa cukup banyak tahu mengenai Rusia. Lalu pihak keluarga ku yang lebih senang kalau aku kuliah di Indonesia, seperti sekolah tinggi ikatan dinas atau di univ-univ terbaik (tapi itu dulu karena mereka belum paham apa yang ku mau). Kalau mengenai Rusia itu negara dingin, hmm… yaa emang benar. Apa lagi di daerah siberia yang salah satu kotanya aku tempati saat ini, suhunya bisa saja sampai -44 derajat celcius. Lalu dua sahabat seperjuangan ku yang juga ingin berkuliah di Rusia tetapi mundur karena tak diizinkan oleh kedua orangtuanya.

Dengan seabrek Jadwal sekolah ku yang luar biasa padat, penggunaan laptop, handphone, dan internet  di asrama yang sangat diatur dengan ketat (karena aku boarding school) Hmm…. jujur saja aku pernah melanggar peraturan ini upsss…. padahal aku adalah orang yang dipercayai sebagai ketua asrama  (maafkan aku ustadz/ustadzah pembimbing asrama… aku gunakan hal ini hanya untuk beasiswa dan saat itu kondisinya sangaaattt urgent! ), sekolah ku yang sangat sensitif dengan perizinan karena aku sering izin untuk tidak hadir disekolah untuk mempersiapkan berkas, dari mulai bikin paspor, tes medical check up yang tak cukup dengan satu hari, dll. Itu memang sangat butuh perjuangan.

rusia2Pada awal Januari 2016 dibukanya pendaftaran beasiswa Rusia 2016, aku langsung mengumpulkan semua berkas yang sudah aku persiapkan sebelumnya seperti paspor, transkrip nilai, research plan, motivation letter, medical check up, dan lain lain. Kemudian Alhamdulillah berkas ku diterima dan aku dipanggil untuk wawancara. Lalu selama aku menunggu pengumuman penerimaan, aku selalu minta doa dari ke dua orang tua (percayalah sebaik-baiknya ridho selain ridho Allah adalah ridho orang tua terutama Ibu ^^), berdoa, shalat, sedekah dan tawakal. Kabar baik akhirnya keluar SK menjadi penerima beasiswa Rusia 2016. Alhamdulillah… Tapi masa-masa menunggu pengumuman dan menunggu keberangkatan itu memang masa-masa yang pahit butuh kesabaran yang tinggi. Ini menghabiskan waktu kurang lebih 7 bulan hingga visa ku siap. Wow!

rusia3Finally …. Aku pun berangkat dari Jakarta-Moskow dan akhirnya di sinilah aku berjuang-Tomsk. Kota pelajar di Rusia, kota yang paling banyak foreigners, terutama China dan Mongolia lalu Vietnam, Filiphina, Thailand, Malaysia, Africa, Jerman, Inggris, Ceko, Pakistan, Palestina, Syria, Irak, Yaman, India, Kazakhstan, Columbia, dll. Makanya aku sekarang punya teman dari berbagai negara. Lalu kampusku – Tomsk Polytechnic University, adalah kampus terbaik ke-7 di Rusia.

rusia4Ada perasaan istimewa saat aku tiba di kota ku. Disini aku pertama kali merasakan betapa dinginnya -17 dan betapa putih dan licinnya salju. haha aku benar-benar exited. Lalu disini semua berbahasa Rusia, aku belajar bahasa rusia juga dalam dan dari bahasa Rusia. Memang di Rusia sangat jarang orang yang bisa menggunakan bahasa Inggris. Bahkan film aja di dubbing dalam bahasa Rusia. But it’s very interesting! Sulit tapi asik. Senior ku pernah berkata kepadaku, bahwa saat belajar memahami bahasa yang baru itu artinya belajar memahami cara fikir yang baru. Yup! Itu memang sangat benar, setelah mengaplikasikan di negaranya atau dengan penduduk aslinya kamu pasti paham. Disini bukan hanya bahasa Rusia yang bisa ku pelajari, ku bisa belajar bahasa Mandarin dari teman Chinese ku, bahasa Arab dari teman-teman muslim ku dari Timur Tengah, dan pastinya bahasa Inggris.

rusia5Mengenai pengalaman ku memakai kerudung disini, sampai saat ini aman-aman saja. Staff kantor internasional di kampus ku paham bahwa aku muslim, dokter yang memeriksa kesehatan ku juga paham aku muslim, bahwa aku memiliki aurat yang harus dijaga. Tapi orang yang melihat ku aneh, itu ada, pasti.  Penasaran akan apa yang ada dibalik kerudung ini juga ada, bertanya mengapa kenapa juga ada, yaa ini semua tergantung pada diri sendiri. Alam akan memperlakukan kamu seperti apa yang kamu lakukan terhadapnya.

Keseharianku saat menjalani program bahasa harus menyesesuaikan dengan kondisi disini terutama dengan fasilitas yang disediakan khusus untuk mahasiswa. Alhamdulillah asramanya cukup nyaman untuk ditempati dengan berbagai fasilitas penunjang seperti dapur, ruang tamu dan kamar mandi. Oh ya… biaya asrama diluar beasiswa yang ditanggung oleh pemerintah Rusia, estimasi biayanya 800 ribu/10 bulan jadi kira-kira 80 ribuan per bulan so … coba bandingkan dengan di Indonesia murah kan ???. Sedangkan untuk kebershan semua tergantung penghuni asrama masing-masing.

rusia6Insya ALLOH Untuk tahun kedua nanti aku akan menempuh spesialisasi ku Information System and Technology S1 di Tosmk Polytechnic University.

Aku berharap kedepannya pihak sekolah melalui Kepala Sekolah MAN IC memberikan kesempatan lebih luas bagi adik-adik IC kelak yang ingin mendapatkan beasiswa luar negeri. Dengan diberikan kemudahan mendapatkan informasi dan bimbingan saat proses aplikasi. Lebih baik lagi kalo bisa difasilitasi. Karena ini juga demi nama baik sekolah kedepannya.

rusia7Ini lah sedikit pengalaman dari ku, Priska Danta Dela asal Tanjung Jabung Timur, Jambi penerima beasiswa Rusia 2016 angkatan 19 dan sekarang sudah tiga bulan aku studi di Rusia dan sudah melewati ujian pertama bahasa Rusia ku dengan baik, Alhamdulillah… Mohon doanya, semoga aku selalu dimudahkan, dilancarkan, dan diridhoi oleh-Nya, selama studi dan dalam meraih cita-cita serta membanggakan orang tua. Terimakasih, semoga bermanfaat. Wassalamualykum ^_^

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here