Kabarjambi.net – Nama saya Eka Marsella. Orang tua dan keluarga saya bermukim di Seberang Kota Jambi. Saya merupakan alumni dari MAN Insan Cendekia Jambi. Ketika saya berada di kelas XI Man Insan Cendekia Jambi, saya sudah memikirkan kampus dan jurusan apa yang akan saya pilih nantinya setelah lulus. Waktu itu saya hanya tertarik ke satu universitas di Indonesia yaitu UGM karena disana ada jurusan politik pemerintahan dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (atau yang sekarang namanya PKN STAN). Bukan berarti saya tidak ingin kuliah di Jambi, saya hanya ingin pengalaman baru bertemu dengan orang baru, lingkungan baru itu adalah sebuah pengalaman yang akan berharga bagi saya. Semakin hari saya semakin bingung dengan mimpi saya kedepan, saya tidak begitu yakin kalau saya dapat di terima di UGM maupun STAN, karena peluangnya sangatlah kecil dan saya termasuk siswi yang biasa saja di sekolah.

Rusia 1Di sela-sela saya memikirkan kampus mana yang akan saya pilih saya diberitahu teman saya akan ada bimbingan kuliah ke luar negeri dari kak Amika Muhammad di sekolah, saya sangat senang sekali. Saya berpikir bahwa saya harus mencoba dan mencari peluang. Akhirnya saya mengikuti bimbingan untuk keluar negeri dari bulan maret 2015.

Waktu itu saya tidak menargetkan negara apa yg saya inginkan saya hanya ingin kuliah di Eropa gratis dengan beasiswa di tahun 2016. Saya mencoba apply ke beberapa negara seperti Australia, Belanda, Rumania, Inggris, Tiongkok, Brunei Darussalam, New Zealand, Turki dan Rusia. Mulai dari pembuatan passpor, cek kesehatan, cap notaris akta kelahiran, translate dokumen-dokumen, bolak balik jambi-jakarta untuk wawancara. Itu saya lakukan dengan maksimal dan pastinya penuh dengan perjuangan. Mulai dari meminta izin menggunakan laptop kepada waka asrama ataupun izin keluar kampus kepada pembina asrama, wali kelas, waka kesiswaan, waka akademik ataupun kepala madrasah untuk mengurus dokumen (karena sekolah saya boardingschool). Waktu itu saya sangat senang mendapat dukungan dari kepala madrasah untuk mencoba daftar kuliah ke luar negeri. Beliau terus memotivasi siswa-siswi yang berminat kuliah ke luar negeri. Karena yang selalu saya ingat dari kata2 beliau yang membuat saya terus bersemangat adalah “Dari Pijoan menuju dunia internasional!”

Rusia 2Dari sekian banyak saya daftar, sekian banyak itu pula saya di tolak. Rasanya sangat sedih sekali. Padahal saya sudah sangat yakin dengan berkas-berkas yang saya persiapkan sebelumnya. Semakin mendekati akhir 2015 saya semakin galau dan bingung dimana saya akan berkuliah. Mengingat saya tidak ada harapan lagi di UGM dan STAN karena saya tidak matang dalam mempersiapkan SBMPTN dan USM STAN, saya lebih fokus untuk kuliah ke luar negeri.

Karena saya sudah menyiapkan seluruh dokumen dari jauh hari kurang lebih 10 bulan lamanya, dan ketika pembukaan beasiswa Rusia saya hanya mengoreksi dan menambah sedikit dari berkas yang saya siapkan sebelumnya. Karena saya daftar ke banyak negara, setiap malam saya begadang untuk mempersiapkan seluruh dokumen saya, dan setiap hari minggu yang seharusnya anak asrama istirahat, terkadang saya harus ngeprint dokumen. Sungguh masa-masa yang sedikit sulit bagi saya untuk membagi waktu antara belajar dan mengurus dokumen.

Ketika pengumuman untuk tahap wawancara beasiswa Rusia, saya sangat khawatir jika tidak lolos. Karena waktu itu ada beberapa teman saya yang sudah dipanggil wawancara sedangkan saya belum. Tapi karena mungkin pengumumannya bertahap, akhirnya saya dipanggil wawancara ke Jakarta setelah mengikuti UAMBN di sekolah. Dan ketika pengumuman akhir beasiswa Rusia, itu adalah hal yang paling menegangkan bagi saya, tapi tak lupa saya selalu memperkuat do’a kepada Allah dan minta didoakan oleh kedua orangtua, kerabat, guru2 dan teman2 untuk kelancaran tes beasiswa Rusia saya.

Meskipun saya tidak begitu yakin saya lulus SBMPTN, tetapi saya tetap mendaftakan diri sebagai peserta SBMPTN 2016. Saya sudah pasrah dan saya hanya berdo’a kepada Allah untuk diberikan yang terbaik waktu itu. Saya juga memikirkan hal buruk waktu itu jika saya tidak lolos beasiswa tahun ini, saya akan mencoba lagi di tahun depan. Setiap hari saya selalu membuka email saya apakah ada pengumuman atau belum. Dan akhirnya saya dinyatakan lolos tahap terakhir (wawancara) beasiswa Rusia. Saya merasa senang sekali. Hingga akhirnya orangtua saya bilang untuk tidak mengikuti tes SBMPTN dan fokus ke Rusia saja. Saya di tempatkandi kampus pilihan pertama saya Peoples’ Friendship University of Russia (Rudn University), Moscow dengan jurusan Hubungan Internasional. Dan fakultas persiapan bahasa di Pushkin State Russian Language Institute di tahun pertama.

Rusia 328 Oktober 2016 adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya di negeri Beruang Merah ini. Tak henti2nya saya mengucap syukur alhamdulillah mimpi saya buat kuliah di Eropa dengan beasiswa terwujud di tahun 2016.

Rusia 4Setelah 2 bulan lebih saya hidup di Moscow,Rusia. Banyak pengalaman yang saya rasakan disini. Mulai dari pertama kali saya sampai di Moscow, saya turun taxi kegirangan dan langsung cepat-cepat megang salju seperti orang gila hehe.

Ketika saya tiba di kampus dan mengurus administrasi ditemani dengan senior dari Indonesia, saya terkejut bahagia dengan seorang wanita asal Rusia yang cantik menggunakan hijab menegur saya dan mengucapkan salam di lift. Memang di kampus persiapan bahasa saya tidak banyak yang menggunakan hijab, hanya 5-6orang saja. Tapi kesan pertama saya itulah yang tak akan pernah saya lupakan.

Rusia 5Rusia 6Berkenalan dengan teman2 internasional dari berbagai negara seperti Amerika, Brazil, Bosnia, Afganistan, Yaman, China, Iran,Vietnam, Senegal, Korea dengan berbagai karakteristik dan budaya. Banyak hal yang sebelumnya saya tidak tau menjadi tau karena tentunya kita saling sharing pengetahuan.

Rusia 7Saya sering mendapatkan berbagai pertanyaan mengenai Islam. Karena tidak semua dari teman internasional saya tau agama islam itu seperti apa. Mulai dari kenapa kamu memakai hijab? Kenapa kamu harus solat? Dan sebagainya.

Rusia 8Belajar bahasa Rusia di Rusia yang diajarkan langsung oleh orang Rusia dengan menggunakan bahasa Rusia adalah sesuatu yang luar biasa bagi saya. Yang awalnya di minggu pertamadan kedua saya harus merekam omongan dosen saya karena saya belum mengerti apa yang beliau katakan. Rekaman itu saya dengarkan lagi, catat dan cari artinya ketika saya sudah berada di asrama.

Rusia 9Dikelas saya senang bisa memperkenalkan kota kelahiran saya, Jambi kepada teman2 internasional, karena kebanyakan dari mereka hanya tau Jakarta dan Bali hehe.

Untuk berpergian, saya sudah terbiasa jalan kaki karena melihat orang Eropa lebih suka jalan kaki. Selain itu juga hemat ongkos karena hidup di ibukota transportasinya agak mahal.

Rusia 10Mencoba menyukai dan belajar masak makanan Rusia, meskipun ga ada rasanya. Karena makanan rusia lebih mementingkan gizi dan vitamin dari pada soal rasa. Selain itu juga teman-teman saya dari negara lain suka memberi dan membuat makanan khas negara mereka untuk dimakan bersama.

Rusia 11Untuk sekitar bulan Juni-Juli tahun ini saya akan mulai berkuliah di Rudn University dengan menggunakan bahasa Rusia. Saya mohon doanya kepada teman2 agar kuliah saya dilancarkan, cita2 saya tercapai bisa membanggakan Indonesia dan berkontribusi untuk bangsa dan negara 🙂

Dan pesan saya untuk teman2 yang ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri, teruslah berusaha dan berdoa iringi pula dengan perbuatan baik. Yakinlah kuliah diluar negeri tidak untuk orang yang pintar dan memiliki banyak uang saja, tapi yang terpenting adalah orang yang paling benar-benar niat, terus berusaha dan selalu berdoa :))

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here