Kabarjambi.net – Pertama kali saya tertarik untuk melanjutkan kuliah di Rusia sekitar akhir maret 2015 saat ada sosialisasi agen Study Rusia di sekolahku MAN Insan Cendikia JAMBI. Sebenarnya saya terkesima dengan pemandangan alam di Rusia yang luar biasa keren, itulah yang menjadi asal mula keinginan saya untuk belajar di Rusia, tapi itu kuliahnya berbayar untuk tahun pertama dan “kata” si Agen bisa ambil beasiswa di tahun ke-2. Karena kuliahnya ini berbayar dan mahal (sekitar 80 jutaan), maka saya dan teman-teman lain yang berinisiatif untuk mencari tahu tentang beasiswa Rusia melalui konsulat kebudayaan Rusia di Jakarta, dan ternyata ada beasiswa buat kuliah di Rusia untuk jurusan S1, S2, S3 serta pelatihan yang dimulai dari januari sampai awal maret 2015 dengan kuota sekitar 100 orang. Ternyata beasiswanya sudah lewat karena penutupannya awal maret, terpaksa saya menunggu beasiswa tahun depan.
usmunsri
Sembari menunggu, saya melanjutkan kuliah saya di Universitas Sriwijaya di jurusan Teknik Pertambangan. Sekarang sudah desember 2015, saya sudah siapkan ancang-ancang untuk beasiswa ini seperti belajar baca alfabet Rusia, mencari tahu universitas apa saja yang bagus di Rusia dan lain-lain.
Awal januari 2016 setelah pengumuman resmi pembukaan beasiswa Rusia 2016 (mulai, saya dengan semangat menyiapkan semua berkas yang diperlukan seperti medical check up, paspor, ijazah, research plan, motivation letter dan lain-lain. Dalam penyiapan dokumen, memang terkadang ada-ada saja tantangan yang saya alami. Saya kuliah di Indralaya, sekitar 32-35 km dari kota Palembang, karena rumah sakit untuk medical check up nya di Palembang, yah mau tidak mau harus pulang pergi Indralaya-Palembang sebanyak kurang lebih 3 atau 4 kali pakai motor untuk mengrus segala keperluan medical check up seperti : tes alergi dingin (karena suhu di Rusia bisa sampai -45), HIV/AIDS, TBC, tes narkoba dan malaria, dan sialnya saya ditilang polisi saat di Palembang wkwk. Bukan hanya itu, karena saya masih mahasiswa baru jadi banyak sekali tugas yang harus di kerjakan dan harus pintar-pintar curi waktu kuliah dan titip absen selama menyiapkan berkas beasiswa Rusia.
untitled-design-57
Kurang lebih 1-2 minggu berlalu dan Alhamdulillah berkas saya sudah selesai semua, segera saya kirim dokumen saya ke Pusat Kebudayaan Rusia di Jakarta dan berharap diterima dan di panggil wawancara pada pertengahan maret. Selama menunggu saya selalu sisipkan doa agar diluluskan dalam shalat saya dan sedekah.
Pada akhir pengiriman berkas (26 Ferbruari), saya mendapat telpon dari pihak konsulat Rusia bahwa saya lulus dan dapat melangsungkan wawancara pada senin, 29 februari 2016 sebelum waktu resmi diadakannya wawancara. Betapa senangnya saya saat itu dan langsung sujud syukur. Saat wawancara selesai, Alhamdulillah kami bertiga (saya, chirstoper, dan anak ambon) dinyatakan lulus semua dan dipastikan berangkat tahun ini. Kekuatan yang tekuat adalah doa dan sedekah dan tawakkal, karena Allah pasti akan menjawab hamba-Nya.
Karena saya belum lama di Rusia, ada beberapa pengalaman yang saya rasakan disini tapi belum banyak, Seperti :
  1. Merasakan salju pertama dan pasti seperti orang gila, yahh wajarlah.
  2. Mengenal lebih banyak ras dan watak disini, contohnya saya satu apartemen sama orang Pakistan dan Inggris dan juga punya banyak teman Internasional. Ada yang dari Sudan, Kyrgyztan, Mesir, China, Colombia, Inggris, Pakistan, Irak, Vietnam, Suriah dan lain-lain.
  3. Ada yang unik dalam sistem pembelajaran bahasa Rusia disini. Jadi dosen mengajarkan bahasa Rusia pakai bahasa Rusia wkwk, itu salah satu hal yang unik.
  4. Mencoba masakan dari berbagai negara.
  5. Melerai teman kamar yang hampir berkelahi wkwk.
  6. Merasakan alam Rusia yang memang luar biasa memukau mata.
  7. Google translate menjadi hal yang sangat berguna sekali di Rusia, karena kebanyakan orang Rusia tidak bisa berbahasa Inggris, kalaupun ada yang bisa bahasa Inggris, mereka jarang mau menggunakannya.
  8. Orang Rusia sangat menghargai orang asing yang bisa berbahasa Rusia dan orang Rusia sangat tertarik dan menghargai sejarah.
  9. Suhu di kota saya study sekarang (Krasnoyarsk) terbilang lumayan ekstrim, puncaknya bulan januari-februari, sekitar -35 sampai -40.
15401306_1469348519761777_1963441062_n
Untuk setahun kedepan saya akan studi khusus bahasa rusia di kampus Siberian federal university dikarenakan perkuliahan akan menggunakan bahasa rusia. Dan Insya ALLOH tahun kedua dan seterusnya saya akan mulai kuliah sesuai studi yang saya pilih yaitu Oil and Gas Engineering di kampus Irkutsk national research technical universiry. Mohon doanya semoga studi dan cita-cita luhur saya untuk bangsa dan negara bisa terwujud.

1 KOMENTAR

  1. Mas mau tanya dong, pas sesi wawancara itu pakai bahasanya Indoneaia atau bahasa asing ya, kalo sekiranya kita malu kalau mau menjawab pertanyaan pakai bahasa asing itu gimana ya ?

LEAVE A REPLY