KabarJambi.net – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menegaskan pemerintah hanya melakukan penyisiran terhadap penerima subsidi listrik yang dinilai masih banyak belum tepat sasaran, baik subsidi golongan 900 VA maupun yang 450 VA.

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), rumah tangga (RT) yang berhak menerima subsidi listrik golongan RT 900 Volt Ampere (VA) hanya sebanyak 4,05 juta pelanggan dari semula 22,96 juta pelanggan.

Sementara itu, jumlah RT yang berhak menerima subsidi listrik 450 VA juga turun menjadi 19,1 juta pelanggan dari semula 23,14 juta pelanggan.

“Kita intinya ingin menyisir. Masih ada empat juta rumah tangga yang akan menerima subsidi, tapi sisanya yang tidak termasuk kategori 40 persen masyarakat yang berpenghasilan rendah, Ya mohon maaf artinya memang dia tidak berhak menerima subsid. Daripada kita mengeluarkan anggaran sedemikian besar, tapi yang menerima tidak tepat sasaran,” ujar Bambang di Jakarta, Senin (11/10/2016).

Sebelumnya, pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR juga sudah sepakat untuk memangkas alokasi subsidi listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017, yakni dari sebelumnya Rp 48,56 triliun menjadi Rp 44,98 triliun.

Bambang menjelaskan, setelah dilakukan pendalaman, ternyata pengguna listrik 600 VA banyak yang tidak bisa dikategorikan sebagai masyarakat berpenghasilan rendah atau miskin.

“Contohnya rumah kos, kan kamarnya banyak, supaya gampang meterannya itu per kamar atau dua kamar, sehingga dia tidak butuh listrik dalam jumlah besar. Tapi kan mereka sama sekali tidak bisa dikatakan sebagai yang butuh subsidi,” ujar Bambang.

Selain itu, lanjut Bambang, selain pemilik kosa-kosan, penghuni apartemen ukuran kecil juga banyak yang memakai listrik 900 VA. (***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY