KabarJambi.net – Tidak ada kejelasan mengenai stok obat untuk pasien, akhirnya keluarga pasien menemui staf RSUD Abdul Manap untuk menanyakan ketersediaan obat. Pihak rumah sakit ternyata mengakui terjadinya kehabisan stok obat untuk jenis tertentu.

“Saudara kami menemui pihak rumah sakit, bertemu dengan Pak Yasari, bagian pengadaan obat. Oleh Pak Yasari dijelaskan ternyata untuk jenis tertentu obat memang habis stok, bahkan sudah sejak September lalu,” ujar Yayuk Purwanti kepada KabarJambi.net, Kamis (15/12/2016).

Kata Yayuk Purwanti, Yasari menjelaskan bahwa ada penurunan anggaran pengadaan obat di RSUD Abdul Manap.

“Beliau menjelaskan kepada kami bahwa anggaran pengadaan obat di APBD Kota Jambi 2015 mencapai Rp 13 milyar, tapi tahun ini jumlahnya hanya Rp 11 milyar. Sementara jumlah pasien bertambah cukup banyak. Wajar kalau terjadi kehabisan obat,” ujar Yayuk.

“Pak Yasari juga menjelaskan pihaknya sudah mengajukan tambahan anggaran di APBD Perubahan 2016, tapi permintaan tambahan anggaran pengadaan obat tersebut tidak disetujui. Alasannya, keterbatasan anggaran,” ungkap Yayuk.

Yayuk sangat menyayangkan dengan sikap Pemerintah Kota Jambi dan DPRD yang menganggap persoalan kesehatan warga tidak menjadi prioritas.

“Pak Yasari menyarankan kepada kami agar minta rujukan ke RSUD Raden Mattaher, atau ke rumah sakit lain agar bisa mendapatkan obat yang dibutuhkan,” ujarnya.

Dari pantauan KabarJambi.net di apotek rawat jalan RSUD Abdul Manap, beberapa pasien sedang mendapat pelayanan dari petugas apotek. Petugas menyebutkan obat tertentu tidak ada dan mempersilahkan pasien membeli di apotek luar.

Lantas, bagaimana dengan pasien BPJS jika harus membeli obat di apotek lain? Pasien BPJS harus mendapatkan layanan obat resep BPJS karena mereka sudah membayar iuran setiap bulannya. (mu)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY