Kabarjambi.net – Perambahan hutan semakin tak terkendali. Bahkan hutan lindung di antara Desa Renah Alai Kecamatan Jangkat dan Desa Sungai Lalang Kecamatan Lembah Masurai, habis.

Hal ini membuat kekesalan warga Desa Ranah Alai memuncak. Selasa (31/1) pagi, untuk kedua kalinya ribuan orang warga berunjuk rasa di kawasan hutan yang kini sudah gundul tersebut.

Tokoh pemuda Renah Alai, Riki Syahputra, mengatakan kekesalan warga memang telah memuncak. Karena perambahan terus terjadi secara massif tanpa tindakan dari aparat hukum.

Protes warga Renah Alai tentang perambah hutan“Warga kami sangat konsisten menjaga kelestarian hutan. Itu selama puluhan tahun. Bahkan ratusan tahun. Tapi perambah dengan seenaknya menebangi tanpa halangan dan tindakan dari aparat,” ujar Riki.

Ketua Persatuan Pemuda Mahasiswa dan Pelajar (PPMP) Luhak 16, Alber Trisman, juga angkat suara. Ia mendesak polisi menangkap pelaku perambahan hutan.

Ia katakan, tindakan tegas harus dilakukan. Karena jika terus dibiarkan, sangat dikhawatirkan konflik horizontal semakin meluas.

“Saya dak ngerti dengan cara kerja pemda dan aparat hukum. Rasanya tidak mungkin mereka tidak tahu bahwa konflik horizontal sangat rawan terjadi. Tapi kesannya malah pembiaran selama bertahun-tahun,” ujar Alber.

Pantauan Kabarjambi.net, tidak hanya ribuan orang warga yang datang. Polisi, TNI, Wabup Khafid Moein, Camat Jangkat Sodri dan Lembah Masurai juga datang menenangkan masyarakat.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here