Kabarjambi.net – Jumlah guru kontrak di Kabupaten Merangin 1.232 orang. Namun ternyata, guru yang dikontrak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) digaji sangat minim.

Gaji mereka masih sangat jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR) Provinsi Jambi. Hal ini diakui Sekretaris Dinas Dikbud Kabupaten Merangin, AR Mulyadi yang mengakui seharusnya digaji sesuai UMR setiap bulannya.

“Gaji guru kontrak kita masih dibayar di bawah UMR. Seharusnya minimal standar UMR, sesuai permintaan gubernur, Rp 1,8 juta per bulan,” ujar Mulyadi, Senin (27/8).

Ia mengatakan, penggajian yang minim karena terkendala minimnya anggaran yang dimiliki Pemkab Merangin. Sehingga guru kontrak terpaksa dibayarkan gajinya sesuai ketersediaan anggaran.

Mulyadi mengatakan guru kontrak dibayar Rp 750 ribu per bulan. Itu pun tidak bisa mereka terima setiap bulannya. Melainkan dibayar per triwulan atau setiap tiga bulan. Sehingga ia akui hal ini cukup dilematis.

“Kalau sekarang Rp 750 ribu per bulan dan dibayarkan tiga bulan sekali. Sebenarnya dilemma. Di satu sisi harus dibayarkan sesuai UMR, sementara di lain sisi anggaran tidak cukup dan kita butuh penambahan guru,” katanya lagi.

Ditambahkannya, per tahun Pemkab Merangin, harus membelanjakan Rp 5 miliar untuk membayar gaji guru kontrak. Dana itu dianggarkan dalam APBD Kabupaten Merangin. Seberapa perlu keberadaan guru kontrak?

“Guru kontrak ini solusi menutupi kekurangan guru kita. Tiap tahun ada guru pensiun, sementara penerimaan guru ASN (aparatur sipil negara) tidak ada,” pungkasnya.(May)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here