KabarJambi.net – Evakuasi sebelas pekerja PETI yang tertimbun longsor di dalam tambang lubang jarum dekat pinggiran sungai Merangin Lubuk Bacang, Desa Simpang Parit Kecamatan Renah Pembarap, Merangin, sampai saat ini terus dilakukan.

Pantauan KabarJambi.net, proses evakuasi terkendala hujan. Tim Sar mengunakan mesin penyedot untuk mengeringkan air yang ada di lobang tersebut. Hujan yang tujun sejak pukul 15.00 sampai pukul 18.00 WIB menghambat proses penyedotan di lokasi tambang. Kurangnya jaringan sinyal komunikasi, juga mengakibatkan proses evakuasi terhambat.

Sementara, keluarga korban, sampai saat ini masih menunggu jasad korban tertimbun di lobang jarum itu. Pemerintah setempat juga mendirikan posko tempat pihak keluarga menunggu, dan tempat para tim evakuasi.

Tim evakuasi terdiri dari, Kodim 0420/Sarko dipimpin langsung Letkol Inf I Nyoman Yudhana DP, berserta anggota koramil TNI AD 20 orang. Lalu tim dari Polres Merangin dipimpin Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuda, anggota Sabhara Polsek Sungai Manau sebanyak 20 orang. Untuk tim SAR Brimob Pelopor B diambil alih Kompol Asep Sujarwadi dengan anggota 13 orang. Dari tim BPBD Merangin mengirimkan 8 orang anggota ke lokasi tambang tersebut. “Tim kita terus melakukan pekerjaan mengurangi air didalam lobang tersebut, karena air masuk cukup banyak, “tutur Kapolres Merangin AKBP Munggaran, Selasa (25/10/2016).

Lanjutnya, karena jasad korban berada di bawah Sungai Merangin, maka tim juga memperbanyak mesin penyedot air. “Tadinya mesin sedot ada empat, melihat agak lambat, maka kita lakukan penambahan mesin penyedot menjadi lima mesin. Mudah-mudahan jasad ini mudah cepat bisa diambil,” sebut Munggaran. (Baz)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY