Kabarjambi.net – Setelah berhasil diamankan oleh petugas kepolisian Polsekta Telanaipura serta Babinsa Koramil Telanaipura, karena kedapatan menggunakan baju berlambang Palu Arit, Rudiyanto (40) warga Perumahan Bougenville, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo hingga kini masih dalam proses penyidikan oleh pihak kepolisian.

Rudianto mengaku sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek tersebut. Dia mendapatkan baju lambang PKI itu dari salah satu pedagang baju bekas.

Rudi juga menyebutkan ketika diinterogasi oleh petugas kepolisian bahwa baju PKI itu awalnya dibeli oleh istrinya di tempat pedagang pakaian bekas pada dua minggu lalu.

“Saya juga kurang tahu dengan baju itu, soalnya yang beli istri saya di pedagang baju bekas,” ungkap Rudi .

“Yang jual baju itu pun tetangga saya dekat rumah, namanya ibu Ginting,” sambungnya saat dimintai keterangan oleh polisi.

Sementara itu, Kapolsekta Telanaipura Kompol Ahmad Bastari Yusuf saat dikonfirmasi mengatakan saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan oleh penyidik,”Pelaku masih diambil keterangannya. Apakah iseng saja, atau ada keterlibatan dengan organisasi terlarang dan radikal lainnya,” ujar Bastari dengan singkat. Minggu (1/1/2017)

Terpisah Dandim 0415/ Batanghari, Letkol Inf Denny Noviandi saat dihubungi Kabarjambi.net menyebutkan setelah mendapatkan laporan dari anggotanya akan adanya pria yang menggunakan baju komunis berlambang Palu Arit milik PKI dirinya langsung menuju ke Mapolsek Telanaipura.

Dari keterangan yang didapat kata Denny jika pelaku itu merupakan warga sipil yang mana pihak kepolisian lah yang dapat memproses. Namun ia juga menjelaskan bahwa pihak TNI juga akan ikut mendampingi petugas kepolisian untuk bersama-sama mencaritahu akan adanya peredaran baju berlambang Palu Arit Itu.

“Intinya, saat ini polisi lah yang memproses pelaku, karena pelaku merupakan warga sipil, namun kita juga tetap terus menempel bersama pihak kepolisian Mapolsekta Telanaipura untuk mendalami kasus itu,” tukas dia. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY