KabarJambi.net – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menegaskan tidak ada penggunaan senjata api dalam upaya membubarkan pengunjuk rasa yang melakukan aksi damai di sekitar Monumen Nasional dan Istana Merdeka pada Jumat malam.

“Sekitar pukul 19.30 WIB diputuskan langkah pembubaran dengan menembakkan gas air mata yang bunyinya seperti suara ledakan senjata (api). Itu bukan senjata api melainkan pelontar gas air mata,” kata Boy kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Pembubaran massa menggunakan gas air mata terpaksa dilakukan aparat kepolisian karena selepas bada Isya terjadi tindakan yang memicu provokasi yakni penyerangan petugas polisi oleh seorang laki-laki dengan menggunakan bambu runcing, yang disusul dengan pelemparan botol, batu, kayu, dan benda-benda berbahaya lainnya ke arah petugas.

Pengunjuk rasa juga mencoba mendekati kompleks Istana Merdeka dengan merusak barikade keamanan dan bahkan merusak kendaraan aparat kepolisian dan TNI. (***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY