Kabarjambi.net- Aparat kepolisian Polda Jambi berhasil menggagalkan perdagangan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal sebanyak 35 Ton BBM.

Penggagalan itu dilakukannya setelah polisi berhasil mengamankan BBM ilegal tersebut dan menangkap empat sopir pengangkutnya pada Minggu malam (09/10/2016) di jalan lintas Timur Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Yazid Fanani mengatakan, kasus ini terungkap setelah Anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, mendapatkan informasi dari masyarakat akan adanya dua unit mobil truk dan satu unit mobil pick up pembawa BBM ilegal melintas di kawasan Mestong, lalu aparat melakukan penyelidikan di lapangan.

Untuk mengelabaui petugas, kata Yazid, tersangka memodifikasi truk yang bermuatan minyak BBM jenis solar dan minyak tanah ini. Setelah dipastikan informasi ini benar, ketika melintas petugas langsung melakukan penyetopan dan pemeriksaan.

“Modus mereka ini dengan memodifikasi truk yang mereka bawa. Adapun Jumlah barang bukti yang mereka bawa 35 Ton,” jelasnya.

Minyak ilegal yang diamankan ini merupakan hasil penyulingan ilegal di wilayah Sumsel dan sekitarnya. Dan sebagaian BBM ilegal ini akan dikonsumsi untuk penambangan illegal.

“Jadi ini adalah upaya juga untuk memutus mata rantai penjualan bbm illegal termasuk beberapa waktu lalu kita telah menutup beberapa sumur illegal di wilayah Sarolangun,” jelas kapolda.

Adapun ke 4 pelaku perdagangan minyak illegal yang diamankan yakni Dedi, Bambang, Mamat dan Ketut.

Saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolda Jambi. Atas perbuatanya, para tersangka akan di jerat pasal 54 dan pasal 53 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak bumi dan gas dengan ancaman pidana 6 tahun dan atau denda maksimal Rp 6 Miliar. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY