Paripurna DPRD Merangin

kabarjambi.net – DPRD Merangin kembali menuai kritik. Wakil-wakil rakyat lagi-lagi dinilai tidak cakap bekerja.

Kali ini dua organisasi besar mahasiswa di Merangin kompak lontarkan kritik. Yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Ketua PC PMII Merangin, Hijrul Aswad, mengatakan DPRD Merangin harus diketok baru bekerja. “Harus didemo dulu baru kerja. Mikir bagaimana jalan-jalan. Bukan bagaimana rakyat,” ujar Aswad, Senin (12/6).

Aswad mengatakan DPRD kali ini cukup menjadi pelajaran bagi masyarakat. Pemilu legislatif 2019 harus jadi momentum perubahan mendasar.

“Jangan pilih lagi politisi yang tidak kerja. Masyarakat harus lebih cermat dan cerdas. Yang sibuk dengan studi banding saja, jangan dipercayai lagi,” ujarnya lagi.

Namun ia katakan masih ada beberapa orang yang laik diberi kesempatan. Hanya saja masyarakat benar-benar harus jeli melihat politisi ‘unik’ yang jumlahnya segelintir ini.

“Ada yang masih bagus. Tapi secata keseluruhan ya begitulah adanya. Berapa perda yang dihasilkan DPRD periode ini,” ujarnya lagi.

Hal senada dikatakan Ketua HMI Cabang Bangko, Eka Putra. Ia mengatakan terlalu banyak catatan mengecewakan dari para anggota DPRD Merangin ini.

“Pengen kita dengar mereka ribut soal kepentingan rakyat. Tapi sepertinya hal itu sulit diharapkan,” ujar Eka.(Rian)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY