KabarJambi.net – Hai, namaku Yustika Hadawani, tapi temanku biasanya memanggilku Tika. Aku berusia 18 tahun dan berasal dari Kota Jambi. Aku alumni dari “Netco” SMAN 3,Sekarang aku menempuh pendidikandi Universitas Andalas jurusan Kesehatan Masyarakat yang “secara tidak sengaja” mengenal AIESEC melalui sebuah acara di universitas dimana mereka mempromosikan organisasi tersebut. Terpesona oleh penampilan mereka dimana aku melihat orang-orang dari berbagai negara bersenang-senang dan menjadi satu walaupun memiliki perbedaan, di sana aku memutuskan untuk bergabung dengan organisasi ini. Diawali dengan datang ke stan mereka di mana mereka memberi informasi tentang AIESEC dan tiba-tiba seorang gadis mendatangi aku dan menyarankan untuk bergabung dengan “Global Citizen” yang tidak aku ketahui, bahkan namanya saja aneh bagiku saat itu. Setelah penjelasan panjang tentang Global Citizen, akhirnya aku memutuskan untuk mengambil formulir dan bergabung dengan hal yang disebut ” Global Citizen ” ini. Aku kembali ke rumah dan mencari video tentang Global Citizen dan aku menemukan video yang sangat menakjubkan dari talk show oleh Hugh Evans. Dia mengatakan “bukannya orang tidak ingin bertindak, tapi sering kali mereka tidak tahu bagaimana caranya atau mereka merasa bahwa tindakan mereka tidak akan berpengaruh”, inilah kata yang membuatku sadar dan memotivasi ku untuk melakukan Sesuatu yang besar, sesuatu yang bisa membuat dampak tidak hanya untuk diriku tapi juga orang lain di luar sana dengan melakukan beberapa tindakan kecil yang bisa membawa perubahan besar.

rumania2Petualangan kecilLku dimulai ketika aku memutuskan untuk bergabung dengan Aiesec sebagai  Global Volunteer dalam sebuah project di Brasov, Rumania. Sebenarnya, ini lebih dari sekedar “petualangan kecil” karena aku pergi sendiri sejauh 6000 mil jauh dari rumah. Setelah penerbangan yang melelahkan namun menyenangkan, aku mendapati diriku berdiri di bandara Rumania di Bucharest menunggu barang bawaanku. Ketika aku berjalan keluar dari gerbang, seorang sopir sudah menunggu, karena butuh waktu 3 jam dari bucharest ke brasov, perusahaan mobil sewaan ini sudah melakukan kerja sama dengan aiesec yang membuat lebih aman bagiku untuk pergi dengannya daripada naik taksi.

Kami berjalan ke tempat parkir dan begitu aku melangkah keluar, udara dingin menabrakku seperti truk dengan suhu -25⁰C yang cukup membuat seluruh tubuhku menggigil. Aku  pikir ini akan menjadi perjalanan yang panjang dan membosankan, tapi aku salah.  Aku sangat beruntung karena mendapat supir yang seperti pemandu wisata dengan kepribadian sangat baik dan ceria. Salah satu alasan  untuk ikut dalam perjalanan musim dingin adalah untuk merasakan salju yang merupakan impian sejak lama karena aku berasal dari Indonesia yang selalu terasa seperti musim panas dengan suhu tinggi.

rumania3Yang membuat kebahagiaanku lengkap adalah sesampainya di brasov, EP Buddy ku, Moni sudah menungguku. Aku pikir dia datang sendiri, tapi ternyata ada 5 orang yang ikut dengannya, yaitu Maria, Ema, Vlad, Ali dan Kuncz. Ketika keluar dari mobil mereka menyambutku dengan pelukan hangat dan kegembiraan yang membuat aku merasa sangat bahagia, terutama Moni yang setiap hari mengatakan bahwa dia tidak sabar untuk melihat saya dan betapa dia ingin memeluk saya,can’t help it, I’m huggable.

Setelah ber-salfie ria, vlad mengantar kami ke tempat yang akan menjadi tempatku tinggal selama sisa perjalanan yang merupakan sebuah hostel dengan kamar yang nyaman dan pemandangan indah. Kami menggobrol sebentar dan kemudian mereka pergi karena mereka ada ujian besok. Aku membongkar barang bawaan dan mandi setelah penerbangan 26 jam dan tidur hampir 24 jam karena kelelahansampai aku merasa seperti beruang dalam masa hibernasi. Saat ini aku sendiri karena aku yang datang pertama. Jadi pada dasarnya aku menghabiskan pagi pertama di romania duduk di balkon merasakan dinginnya udara dan mengagumi pemandangan sambil menghirup susu panas. Santai sih, tapi agak membosankan sendirian di sebuah ruangan

besar, sampai tiba-tiba aku mendapatkan pesan dari Moni yang mengatakan bahwa akan ada exchange participant(ep)dari Turki yang datang di malam hari dan tinggal bersamaku di kamarku, aku akhirnya mendapatkan teman sekamar. Aku  menghabiskan hari kedua dengan melakukan tur keliling kota dengan aiesecer. Yang paling aku sukai dari mereka adalah mereka benar-benar peduli karena mereka selalau memastikan aku memakai pakaian hangat, mantel, dan sarung tangan. Kami berkeliling kota dan berfoto, mereka juga mengajariku cara menggunakan bus dan bus apa yang harus aku ambil untuk mencapai tujuan yang aku inginkan. Beruntung aku belajar dan hafal dengan cepat karena keesokan harinya aku dan sena sudah bisa jalan-jalan berdua di pusat kota. Kebahagiaanku bertambah maksimal saat teman sekamarku yang lain, Salsha dari Indonesia tiba setelah terjebak selama 3 hari di istanbul karena badai salju. Dan kemudian ep lain terus datang dan akhirnya kami lengkap.

rumania4Kemudian datanglah hari pembukaan project -ku “Discover School” yang mendukung SDG’s no.4 yaitu pendidikan berkualitas. Tidak pernah terbayangkan olehku untuk berbicara dihadapan banyak orang dan mendapati diriku tidak merasa gugup untuk pertama kalinya namun merasa benar-benar bangga dan percaya diri. Sangat memuaskan melihat semua orang tertarik dengan presentasiku dan sangat bersemangat untuk mempelajari budaya Indonesia. Dan jangan lupa saat mereka memintaku untuk ber-selfie dengan mereka yang membuatku merasa saya sangat terkenal. Perjalanan semakin seru saat akhirnya aku mulai mengajar anak-anak di Scoala Prems. Awalnya aku pikir mereka tidak akan peduli denganku atau mereka bahkan tidak tertarik.

dengan kelasku dan banyak kekhawatiran lainnya. Namun, semua itu sirnah saat aku bertemu mereka untuk pertama kalinya dan mereka sangat antusias dan penuh kegembiraan. Keesokan harinya ketika mereka bertemu lagi denganku, mereka akan meneriakkan namaku dengan keras dan memelukku satu per satu hingga berakhir menjadi group hug. Sungguh menakjubkan bahwa aku dapat membuat koneksi dengan mereka semua sehingga aku bisa mengingat semua nama mereka yang sebenarnya sulit untuk diucapkan. Aku senang saat mereka terus terang mengatakan bahwa mereka mencintaiku, memelukku secara tiba-tiba dan berbagi masalah dan kekhawatiran atau bahkan cerita mereka termasuk kisah cinta yang sebanarnya lucu untuk anak-anak seusia mereka. Inilah saat aku merasa dibutuhkan dan menyadari bahwa keberadaanku atau bahkan tindakan kecilku benar-benar berpengaruh terhadap orang lain dan aku belajar untuk menghargai diriku sendiri. Aku selalu mengatakan bahwa aku tidak mau menjadi guru karenaaku tidak tahu bagaimana cara mengajar anak-anak dan aku pikir itu akan melelahkan, tapi nyatanya aku mendapati diriku  melihat cermin setiap pagi dan berkata “Siapa yang bersemangat untuk mengajar di kelas sekarang “. Lihat, lucu bukan. Bagaimana perjalanan ini bisa membuatku memiliki perspektif yang sama sekali berbeda dan benar-benar dapat mengubah sudut pandangku dalam melihat kehidupan. Aku menghabiskan waktuku bersama mereka dengan penuh kegembiraan karena aku merasa dibutuhkan dan mereka benar-benar menghargai semua yang kulakukan.

Rumania5Tidak hanya bertemu anak-anak, tapi juga berteman dengan Exchange Participant(ep) lainnya dari seluruh dunia dan membuat ikatan dengan mereka sebagai keluarga. Dari pertukaran budaya ini, aku belajar banyak tentang hal baru, budaya baru, bahasa baru, cara berpikir baru karena aku  mulai memahami dunia dari sudut pandang mereka dan aku melihat kehidupan baru, yang sangat berbeda dari kehidupanku. Kami menikmati hari libur kami dengan pergi ke banyak tempat seperti Bran Castle a.k.a Kastil Dracula yang legendaris yang merupakan tempat paling terkenal di romania karena mereka memiliki mitos drakula. Dan aku juga pergi ke Tampa brasov dimana aku naik gondola untuk mendaki gunung dan melihat pemandangan seluruh brasov dari atas. Dan jangan lupa saat kami pergi ke Brasov Citadeldi malam hari setelah acara “Movie night” di kantor aiesec. Sungguh menakjubkan bahwa kota di malam hari bisa begitu indah. Tapi di antara semua tempat yang aku kunjungi, bagian ski adalah favoritku. Sebenarnya skii itu benar-benar melelahkan karena akuharus memakai sepatu yang sangat berat dan jatuh terduduk setiap menit karena memang belum terbiasa dan tentunya karena aku amatir.

Rumania6Kemudian bagian favorit dan yang paling kutunggu adalah global village yang berlangsung di mall terbesar di Brasov bernama CORESI. Kami membuat stan dari setiap negara di tengah mal dan memastikan untuk membuatnya menarik dengan menunjukkan barang-barang tradisional yang kami bawa dan memberikan beberapa suvenir untuk orang-orang yang mengunjungi stan kami sambil mengenalkan budaya kami kepada mereka dan juga menjawab pertanyaan mereka tentang negara kami. Hal yang menjadi tantangan selanjutnya untukku adalah bernyanyi di depan umum untuk pertama kalinya, tapi beruntung karena aku mendapat banyak dukungan dari teman dan anak-anakku yang datang menemuiku. Menakjubkan dan sekaligus menyedihkan pada saat bersamaan karena aku tahu bahwa aku akan kembali ke rumah. Pada hari penutupanproject, saat aku menyatakan kalimat terakhir tentang proyek ini, aku melihat anak-anakku mengacungkan jempol mereka ke udara dan menyemangatiku dengan meneriakkan namaku yang membuatku sulit untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mereka. Mereka juga memberiku sesuatu yang kami sebut “Sugar Cube” yang merupakan kertas berisi pesan yang sederhana dengn kata-kata bermakna dengan sedikit kesalahan penulisan yang lucu.

Aku tidak kembali langsung ke indonesia tapi tinggal di kedutaan Indonesia di bucharest selama 5 hari dimana saya bertemu dengan duta besar yang sederhana dan ramah yang memperlakukanku seperti anak mereka sendiri dan mengobati kerinduanku akan Indonesia dengan masakan Indonesia dan sedikit obrolan setelah kita makan seperti kita keluarga. Aku berterimakasih kepada mereka karena mereka sangat membantuku dan aku berpikir bahwa mereka melakukan pekerjaan yang sangat bagus sebagai duta besar. Mereka membawaku untuk tur di bucharest, memberikan hal-hal yang aku butuhkan saat berada di kedutaan dan mengantarkanku ke bandara.

Rumania7Pembelajaran yang diberikan AIESEC sangat berbeda, membuatku mengerti bahwa hal ini jauh lebih besar daripada yang bisa diajarkan oleh sekolah atau perguruan tinggi. Sebuah metode  “learning by doing” yang dapat membawa kita pada hal-hal menakjubkan yang belum pernah kita lihat dalam hidup, tempat untuk menemukan sisi baru dari diri kita sendiri, sisi yang tidak pernah kita sadari atau sudah kita sadari tapi tidak tahu bagaimana cara mengutarakannya. Sebenarnya , yang ingin kita lakukan adalah membangun dunia yang lebih baik dengan menggeluarkan potensi terbaik dari seseorang. Sulit untuk meringkas semua hal menakjubkan yang pernah akudapatkan selama perjalanan ini. Melakukan exchange mengubah sesuatu di dalam dirimu. Aku belajar mencintai dan menerima perbedaan orang. Kami mematahkan stereotype dan mengubah pendapat kami. Aku jadi lebih mengenal diriku dengan cara yang benar-benar unik dan pada saat bersamaan akudapat berkontribusi pada masyarakat. Aku tahu bahwa dampak yang aku buat tidak banyak, tapi jika aku dapat mengubah kehidupan seseorang sedikit saja ke arah yang lebih baik, aku pikir aku telah melakukan sesuatu dengan benar. AIESEC banyak membantuku dan semoga bisa membantu dan membuat orang lain untuk merasakan pengalaman mereka sendiri, karena dalam perjalananku ini, aku tidak hanya menemukan teman baru, keluarga baru, pengalaman baru, budaya baru, bertemu anak-anak, tapi juga menemukan hal terpenting dalam hidup yang membawaku  untuk menemukan diriku, menemukan “aku” yang baru.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here