KabarJambi.net – Memperingati Hari Tani Nasional (HTN) 24 September, kalangan aktivis Jambi dari organisasi tani,  lingkungan, organisasi mahasiswa dan juga perkumpulan musik mengadakan panggung budaya di kawasan Kantor Gubernur Jambi, Sabtu (24/9/2016).

Dalam panggung budaya yang bertemakan “Tanah Untuk Rakyat” itu, mereka mengadakan berbagai macam kegiatan, seperti akustik, drama, puisi, teaterikal, pameran foto tentang HTN, fashion show ala petani, stand up comedy dan juga band performance.

Koordinator Arga Jambi, Ade Ahmad  mengatakan bahwa persoalan petani saat ini bukanlah menjadi persoalan kaum tani saja, tetapi juga menjadi persoalan bagi semua lapisan masyarakat secara umum.

“Pemuda, mahasiswa juga terkena dampak dari merosotnya harga komoditas pertanian di Jambi, karena banyak orang tua mereka yang pekerjaannya menjadi petani. Anjloknya harga komoditas tani berimbas kepada mahasiswa dalam melakukan pembayaran,” ungkap Ade.

Lahirnya UUPA yang bertujuan menghapus hukum agraria kolonial, menghancurkan monopoli penguasaan tanah dan sumber-sumber agraria di tangan segelintir orang, namun semangat UUPA tidak terwujud dalam sejarah pembangunan bangsa Indonesia.

“Sejak pemerintahan Soekarno tidak lagi berkuasa, penguasaan tanah dan sumber-sumber agraria mengabdi pada kepentingan investasi asing maupun bisnis dalam negeri,” tegas Ade.

Sedangkan menurut perwakilan Front Mahasiswa Nasional (FMN) Jambi, Mumu, bahwa peringatan HTN merupakan momentum yang sangat penting bagi pemuda dan mahasiswa untuk tetap ikut berjuang bersama kaum tani untuk menuntut hak-hak kaum tani.

“Reforma agraria sejati tentu akan menjadi syarat bagi pembangunan industri nasional yang lepas dari ketergantungan modal asing dan ikatan hutang luar negeri,” kata Mumu.(Afm)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY