“Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba kami, lalu diantara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada pula yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar,” (Fatir : 32).

Fastabiqul khairat adalah visualisasi orang-orang yang terpilih. Dalam surah Al-Fatir ayat 32, Allah menggambarkanmanusia menjadi tiga klasifikasi.

Pertama adalah orang-orang yang dzalim. Keburukan mereka lebih banyak daripada kebaikan yang mereka perbuat. Mereka menghabiskan waktu hanya pada perkara-perkara yang Allah tidak sukai.

Kedua adalah mereka yang berada dipersimpangan. Maksudnya, ditempat ini mereka melakukan keburukan tetapi di tempat lain merekapun melakukan kebaikan. Merekalah orang yang ibadahnya jalan, keburukannya pun jalan.

Dan yang ketiga adalah morang-orang yang selalu membangun kultur dan adab fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam ketaatan. Inilah karakteristik dari sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Karena budaya fastabiqul khairat inilah para sahabat Nabi pantas dikatakan “khairu ummah” atau generasi yang terbaik. Mereka tidak pernah melewatkan momentum untuk menjalankan ketaatan kepada Allah. Tak rela melepaskan kesempatan untuk mengisi setiap desahan nafas dalam ketaatan kepada Allah. Mereka selalu memaksimalkan setiap pintu kebaikan yang Allah bukakan.

Terkadang saat kita menempatkan diri sebagai komentator dan kritikus tanpa terlibat secara langsung dalam perlombaan meraih ridho Allah. Sebuah peran yang teramat menguras tenaga, pikiran bahkan terkesan membuang-buang waktu. Maka sungguh ini adalah sebuah musibah jika kita benar-benar kehilangan kesempatan dalam ketaatan kepada Allah, lantas kita tenang-tenang saja tanpa ada keinginan untuk meraih syurga nan abadi disana.

Pada Momen perhelatan politik akbar di Merangin inilah merupakan waktu yang tepat dalam melibatkan diri untuk membangun daerah dengan potensi-potensi yang telah ada. Sebagai putra daerah yang telah berkecimpung dalam dunia birokrat hingga ke puncak karir. Maka ini adalah saat yang tepat untuk menunjukkan diri sebagai hamba ALLAH.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’no:3289).

Saudaraku, menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Itulah salah satu alasan utama saya sebagai manusia, ingin berbuat lebih banyak lagi untuk kampung halaman tercinta.

saya berharap dengan Pilkada Merangin kedepan semua kandidat akan berusaha sebaik mungkin merangkul masyarakat dengan usaha-usaha positive. Tanpa ada kebencian, Berlapang dada dalam bersikap dan saling bahu-membahu dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera, beriman dan bahagia. Insya ALLOH semuanya kita niatkan hanya untuk menggapai Ridho ILLAHI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here