Penyerahan ketiga pelaku kepada Polres Bungo

Kabarjambi.net – Perampokan mobil di Jalan Lintas Sumatera kilometre 65 arah Padang, Jujuhan, Jumat (9/6) tertangkap. Komplotan ini tertangkap hanya sekira satu jam pasca merampas mobil di jalan.

Usai merampas mobil Aftan (42), mereka langsung melarikan diri ke Dharmasraya, Sumatera Barat. Namun pelarian mereka tak berjalan mulus. Polsek Jujuhan yang menerima laporan langsung melakukan pengejaran.

Mobil yang dirampas pelaku
Mobil yang dirampas pelaku

Sialnya, mereka terpergok anggota Polres Dharmasraya yang tengah bagi-bagi takjil di jalan. Petugas curiga melihat mobil Daihatsu Xenia melaju sangat cepat dengan kondisi ada kaca yang pecah. Polisi pun menghentikannya.

Namun bukannya berhenti. Mobil ini malah melaju makin cepat melarikan diri. “Saya perintahkan anggota kejar sampai dapat. Akhirnya dapat diamankan di wilayah Sungai Dareh. Dekat Polsek Pulau Punjung,” ujar Kapolres Dharmasraya AKBP Roedy Yoelianto yang langsung memimpin pengejaran pelaku.

Begitu mobil berhasil dihentikan, anggota Polres Dharmasraya langsung berhasil memaksa penumpang mobil ini keluar. Namun ternyata di dalam mobil ada tiga orang berpakaian seragam TNI AD lengkap.

Polisi langsung berkordinasi dengan Perwira Penghubung Kodim/0310 SSD, Kapten Herunimus. “Rupanya Pak Heri juga sudah papasan dengan mobil ini dan juga merasa curiga. Pak Heru periksa dan pastikan mereka bukan anggota TNI. Tapi berpakaian TNI. Kita tangkap semuanya,” ujar Roedy lagi.

Tidak hanya tiga pelaku di dalam mobil. Tapi juga ada Linda (32), istri dari Aftan dan anaknya. Pasalnya, ketika merebut mobil di depan pabrik PT Djambi Waras, hanya Aftan yang dipaksa keluar mobil. Sedangkan istri dan anaknya dibawa kabur pelaku.

Polres Bungo juga mengkonfirmasi penangkapan ini. Kasat Reskrim AKP Afrito Marbaro Macan, mengatakan para pelaku sudah ditahan di sel tahan Polres Bungo. Barang bukti juga sudah diamankan.

Para pelaku diketahui bernama Deswandi alias Iwan. Pria kelahiran Padang, 26 Juli 1989, adalah warga Pasar Baru Pauh, Padang, Sumatera Barat. Lalu pelaku kedua bernama Rinda Putra Ramadana alias Putra. Pria kelahiran 8 Januari 1998 ini berdomisili di Pengambiran Lubuk Begalung, Padang. Terakhir bernama Ridho Permadi Putra alias Ridho, 22 November 1991 dan juga tinggal di Pengambiran Lubuk Begalung.

“Para pelaku menggunakan seragam TNI dan berhasil ditangkap di Dharmasraya. Saat ini kami masih terus mengembangkan kasus ini. Saksi korban dan beberapa saksi lainnya juga sedang kami periksa,” ujar Afrito, Sabtu (10/6) pagi.(Ferdi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY