Kabarjambi.net – Jajaran Polres Tanjab Barat, menangkap seorang pelaku perambah hutan, bernama Abdullah, warga Jalan Teluk Kulbi, desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara Kabupaten Tanjab Barat.

Pelaku ditangkap saat tengah melakukan penebangan kayu  pada Jumat, 28 Oktober 2016 lalu di Jalan 180, areal hutan konservasi Distrik 1 PT WKS, Desa Bram Itam Kiri, Kecamatan Bram Itam, kabupaten Tanjab Barat.

” Saat itu petugas personil dari Polres Tanjab Barat, Babinkamtibnas dan Satpam dari WKS melakukan patroli Karhutlah, nah ada suara, dan setelah dicek ternyata ada penebangan kayu tanpa izin, seorang pelaku berinisial AB ketika itu langsung diamankan di Mapolres Tanjab Barat,” ujar Kapolres Tanjab Barat, AKBP Agus Sumartono kepada awak media, Kamis (3/11/2016).

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan satu unit mesin chain saw dan sebilah parang panjang yang digunakan pelaku untuk menebang kayu, kemudian 5 batang kayu jenis Meranti yang sudah diolah dan siap dijual.

” Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku baru sekali ini melakukan aksinya, namun demikian akan tetap kita dalami,” jelas Agus.

Ia menjelaskan, pelaku telah melanggar Undang-Undang no 18 tahun 2013 tentang pencegahan tindak pidana penebangan pohon dalam kawasan hutan tanpa memiliki izin. Pelaku diancam dengan hukuman satu hingga lima tahun kurungan penjara serta denda Rp 500 juta hingga Rp 2,5 miliar.

” Hasil keterangan dari pelaku, kayu tersebut untuk membuat rumah ataupun dijual karna pelaku kesulitan untuk mendapat lapangan kerja,” tandasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya saat ini pelaku  mendekam di sel tahanan Mapolres Tanjab Barat guna menjalani proses hukum selanjutnya. (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY