Kabarjambi.net – Awal 2016 lalu Kantor Kemenag Merangin merekrut penyuluh agama honorer (PAH). Namun hingga kini 148 PAH itu ternyata belum dibayar gajinya.

Informasi dari salah seorang anggota PAH, semestinya mereka dibayar Rp 500 ribu/bulan. Ia mengeluhkan tak dibayarnya gaji mereka hingga awal Mei ini.

“Ni kan sudah awal Mei. Tapi gaji kami belum jugo dibayar. Dak tau lah ngapo macam ni,” ujarnya sembari minta namanya tak dituliskan, Rabu (3/5).

Ia mengatakan bahwa kabarnya PAH seharusnya dibayar per triwulan. “Kalau memang dibayar per triwulan, kami kan minimal sudah dibayar pada triwulan pertamo,” tambahnya lagi.

Kepala Kemenag Merangin, Marwan Hasan tak berhasil ditemui di kantornya. Namun staf Bidang Bimas Kantor Kemenag Merangin, Slamet, membenarkan hal ini.

Ia mengatakan PAH memang belum dibayar. Menurut Slamet masalahnya bukan hanya di Kemenag. Tapi juga ada persoalan dari pihak PAH.

Pasalnya, beberapa anggota PAH belum menyerahkan NPWP dan nomor rekening. “Harus ada NPWP dan nomor rekening. Kan bayarnya lewat rekening,” ujar Slamet.

Ia mengatakan Kantor KPPN membayar sekaligus secara keseluruhan. Sehingga jika satu orang PAH saja bermasalah, maka seluruhnya bisa terganggu pembayaran gajinya.(Marsis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here