KabarJambi.net – Setelah mengeluarkan surat edaran terkait pelarangan pemaksaan penggunaan atribut perayaan Natal dan tahun baru kepada pemilik perusahaan swasta dan lainnya, Walikota Jambi Sy Fasha mengaku siap memberikan sanksi jika masih ada pengusaha yang melanggarnya.

“Kita akan beri sanksi tegas, mulai dari peneguran, perizinannya hingga administrasi. Kalau masih ngeyel dan tidak menuruti atas surat edaran tersebut maka kita proses,” tegas Fasha kepada awak media, Selasa (20/12/2016)

Sementara itu, pemasangan ornamen perayaan Natal dan tahun baru di tempat usaha itu boleh dilakukan bagi karyawan ataupun pekerja dengan catatan karyawan yang merayakan natal dan tahun baru saja, bukan karyawan yang muslim.

“Soalnya, waktu itu saya juga dapat komplain dari warga yang merayakan Natal, kata mereka dalam komplain itu, mereka juga dipaksa menggunakan pakaian koko dan peci,” kata Fasha.

Tetapi atribut baju koko dan peci, menurut Fasha, bukanlah pakaian keagamaan, tapi atribut pakaian adat Melayu Jambi.

“Peci itu kan, semua pejabat muslim dan non muslim juga memakainya. Sudah menjadi atribut pakaian nasional, kecuali dipaksa menggunakan pakaian gamis dan berjilbab. Itu baru tidak boleh,” tegasnya.

Selain itu, jelas Fasha lagi, semua sekolah juga tindak boleh memaksakan pelajaran agama Islam untuk dipelajari umat non muslim.

“Ini dibuat untuk sebagai bentuk toleransi umat beragama di Kota Jambi dan menciptakan keharmonisan umat beragama di masa mendatang,” tukasnya. (fa)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here