Berdasarkan data BPS pada tahun 2010 Komposisi penduduk laki-laki dan perempuan di Kabupaten Merangin yaitu laki-laki 173.373 jiwa dan perempuan sebesar 165.198 jiwa.

Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat bahwa jumlah penduduk usia produktif yaitu antara 15 – 54 tahun mencapai 177.274 jiwa atau 61% dari total penduduk tahun 2010.

Sedangkan jumlah penduduk miskin Merangin adalah 14.150 dan didominasi adalah pemuda yang berusia produktif antara 18 – 35 tahun. Miris ketika kita melihat data ini walaupun data yang terupdate belum dirilis oleh BPS tapi melihat kondisi merangin sekarang kemungkinan mengalami peningkatan dari sisi pengangguran. Tidak bisa kita pungkiri bahwa pengangguran adalah penyebab utama kemiskinan. Disisi lain sistem pendidikan Indonesia menciptakan generasi muda yang pasif. Tidak dapat bertindah secara aplikatif dan progresif.

Dalam tulisan ini penulis akan mengedepankan peranan pemuda dalam program kemiskinan. Pemerintah Merangin harus bergerak cepat, aktif dan massive untuk menyelesaikan permasalahan ini yang sudah lama menggurita.

Aksi yang baik adalah segera Berkoordinasi dengan KNPI yang membawahi OKP. Lalu lakukan pendataan para pemuda Merangin yang masih menganggur. Beri mereka pelatihan skill dan manajemen usaha, bimbing mereka jangan ditinggalkan, perkenalkan mereka dengan dunia wirausaha yang sesuai dengan potensi Merangin misalnya Pariwisata Alam, Perikanan, peternakan dan Pertanian.

Peran pemerintah selanjutnya adalah beri mereka modal, membuka pasar untuk menjual dan mendistribusikan hasil usaha mereka. Dan juga yang tidak kalah penting segera perbaikan infrastruktur distribusi barang dan jasa seperti jalan dan jembatan.

Insya ALLOH jika program ini dijalankan secara tepat guna. Maka dalam waktu 5 tahun kemiskinan di merangin akan segera teratas

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY