Pendongeng Nasional Awam Prakoso saat memberikan metode bermain kepada ratusan guru PAUD di Jambi

Kabarjambi.net- Pemerhati anak yang juga merupakan pendongeng nasional, Awam Prakoso, meminta agar seluruh guru pengajar Anak Usia Dini (PAUD) di Provinsi Jambi dapat memberikan motode pembelajaran mendongeng.

Menurut mereka, dongeng yang diberikan untuk anak usia dini dapat membuat kreativitas anak maupun psikologis anak usia dini tidak terbeban dengan pemberian metode belajar seperti menghitung, membaca dan menulis.

” Anak usia dini itu masa mereka untuk bermain, jadi kita meminta bagi para pengajar PAUD untuk dapat memberikan sistim pengetahuan anak itu dengan cara bercerita, atau dapat disebut mendongeng, karena melalui cara mendongeng  kita dapat menyampaikan pesan khusus terhadap anak usia dini, bukan langsung memberikan metode belajar membaca, menulis, maupun berhitung,” ujar Awam saat dikonfirmasi Kabarjambi.net, disela-sela acara kegiatan PUAN Provinsi Jambi menggelar workshop kepada ratusan guru PAUD Jambi disalah satu gedung hotel kota Jambi, Sabtu (1/10/2016)

Ia juga melanjutkan, apabila para guru PAUD masih memaksakan sistim metode belajar menghitung maupun membaca atau menulis terhadap anak usia dini nanti kedepannya setelah anak-anak itu beranjak remaja mereka bakal malas untuk belajar.

” Dan itu banyak terjadi saat ini, dimana saat ini banyak anak-anak dari sewaktu mereka masih usia dini diajarkan membaca dan menulis maupun menghitung mereka setelah tamatan SMA bakal malas belajar lagi, hingga dampaknya mereka juga enggan lanjutkan masa pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” jelas Awam.

” Jadi selain diajarakan metode mendongeng kepada anak usia dini, anak juga harus diajak untuk bernyanyi dan bermain, itu sangat efektif bagi anak usia nol – enam tahun,” sambungnya

Ia juga menjelaskan jika cara mendongeng pun ada teknik dan pembagian usianya. Anak usia nol hingga empat tahun cukup diberikan dongeng yang sederhana hanya untuk merangsang fungsi pendengaran karena itu perlu menonjolkan intonansi, gerak tubuh, dan volume suara

Sedangkan bagi anak usia lima-enam tahun materi dongeng yang diberikan lebih pada cerita petualangan atau adventure yang biasa didominasi oleh cerita fabel atau tentang binatang.

” Hal seperti itu dapat memahami dan menangkap maksud yang dikandung dalam bercerita/mendongeng, misalnya tentang kebaikan atau sifat menang sendiri dan sebagainya,” pungkasnya (fa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY