Unjuk rasa di kantor Bawaslu Provinsi Jambi, Senin (21/8) pagi

Kabarjambi.net – Puluhan pendemo mendatangi kantor Bawaslu Provinsi Jambi, Senin (21/8) pagi. Unjuk rasa ini terkait keputusan Bawaslu Jambi yang menganulir lulusnya Mahpud sebagai anggota Panwaslu Kabupaten Batanghari.

Menurut pendemo, banyak hal yang harus dijawab langsung Bawaslu. Pasalnya diduga banyak ada beberapa indikasi bahwa pemberhentian Mahpud hanya berdasarkan laporan yang berujung dugaan semata bahwa Mahpud terlibat parpol.

“Pihak parpol sendiri sudah membantah bahwa Mahpud terlibat parpol. Kami melihat tiga anggota Bawaslu Provinsi Jambi tidak profesional dalam hal ini. Mereka yang meluluskan, mereka pula yang menganulirnya,” ujar kordinator aksi, Saidina Umar.

Pendemo meneriakkan desakan agar Bawaslu Provinsi Jambi melepaskan diri kepentingan di luar sisi profesional. “Tiga pimpinan Bawaslu yang kini menjabat kita ketahui juga ikut lagi seleksi Bawaslu. Kalau tidak professional, kami minta jangan ikut lagi lah. Ini tempat orang-orang professional. Kita minta bukti kongkrit keterlibatan Mahpud,” ujarnya lagi.

Ketua Bawaslu Asnawi menerima langsung kedatangan pendemo. Ia mengatakan keputusan rapat pleno Bawaslu dilakukan secara professional dan tidak ada kepentingan apa pun.

Asnawi mengakui bahwa pembatalan kelulusan Mahpud berdasarkan adanya laporan masyarakat. Dimana dilaporkan bahwa Mahpud sebelumnya terlibat sebagai bagian dari Partai Demokrat di Batanghari.

Dikatakan Asnawi, Bawaslu Provinsi Jambi punya bukti kuat. Ia siap jika persoalan ini benar-benar akan dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). “Jika mau menempuh jalur hukum, silakan. Melapor ke DKPP juga tidak masalah,” ujar Asnawi.(Syamsul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here