KabarJambi.net – PDI Perjuangan menargetkan akan meraih suara sebanyak 40 persen pada pemilu legislatif 2019 untuk memilih para wakil rakyat yang akan duduk di lembaga DPRD maupun DPR-RI.

“Kami targetkan Pileg serentak pada tahun 2019 nanti akan meraih 40 persen suara,” kata Wakil Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP ESR Kurniawan kepada wartawan di Kupang, Jumat (11/11/2016).

Dia mengatakan, target tersebut melampaui capaian sebelumnya pada tahun 2014 dengan perolehan suara 19,8 persen.

“Kita targetkan dua kali lipat dari perolehan pemilihan serentak sebelumnya,” katanya menegaskan.

Untuk itu, lanjut dia, partai berlambang kerbau besar mulut putih dalam lingkaran itu tengah gencar-gencarnya memberikan pendidikan politik dan kaderisasi ke berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Dia mengatakan, salah satu bentuk pengkaderan yang dilakukan melalui perekrutan pelatih saksi dan saksi yang bertugas melakukan pengawalan pemilihan umum di semua TPS (Tempat Pemungutan Suara) di seluruh Indonesia.

“Sesuai nomenklatur partai maka saksi yang terbentuk di seluruh Indonesia secara permanen dan wajib merupakan kader partai,” katanya menambahkan.

Secara keseluruhan, katanya, BSPN PDIP sudah memilih 3.600 pelatih saksi dan sudah menghasilkan sekitar 470 ribu saksi yang menyebar di seluruh Indonesia.

Dia menjelaskan, BSPN memberikan pelatihan kepada pelatih saksi dengan menerapkan sistem simulasi kemudian para pelatih saksi yang terpilih nantinya akan memberikan pelatihan kepada para saksi yang bertugas melakukan pengawalan di setiap TPS.

“Jadi kita lakukan pengorganisasiaan sekaligus melakukan kaderisasi karena para saksi tersebut wajib manjdi kader partai,” katanya.

Wakil Ketua DPD I PDIP Nusa Tenggara Timur Bidang Pemenangan Pemilu Yunus Takandewa mengatakan pihaknya optimistis dengan target tersebut melalui kerja keras dan disiplin dari para saksi yang juga merupakan kader partai yang siap bekerja dengan ideologi partai.

Dia mengakui bahwa peran saksi sebagai garda terdepan dalam melakukan tugas pengawalan hak-hak politik rakyat dalam momentum pemilihan agar bisa berjalan dengan adil, demokratis, dan menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan pilihan rakyat. (***)

Sumber : Antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY